Home  /  Berita  /  GoNews Group

Masjid Mardhatillah Aia Pacah, Dibangun Bergotongroyong Sejak 2014

Masjid Mardhatillah Aia Pacah, Dibangun Bergotongroyong Sejak 2014
Asisten I Pemerintahan Setdako Padang, Vidal Triza didampingi Camat Koto Tangah, Adlin serahkan bantuan kepada pengurus Masjid Mardhatillah Aia Pacah. (Humas Padang/Charlie)
Senin, 20 Juni 2016 08:54 WIB

PADANG - Masjid Mardhatillah di Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah terbilang unik. Untuk mendirikan masjid tersebut tidak menggunakan jasa tukang bangunan. Akan tetapi lewat gotongroyong warga setempat.

Hal ini terungkap saat Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Kota Padang menyambangi masjid tersebut, Sabtu (18/6/2016). Rombongan yang dipimpin Asisten I Pemerintahan Setdako Padang, Vidal Triza itu mendengar langsung penuturan pengurus masjid bahwa masjid tersebut mampu berdiri setelah warga melakukan gotongroyong sejak 2014.

“Masjid dibangun tidak diupahkan, tetapi kita gorokan bersama-sama sejak 2014,” kata Jurnal, pengurus masjid tersebut.

Dengan kesadaran, warga saling bahu membahu membangun masjid. Goro dilakukan bukan setiap hari, namun setiap hari Minggu saja. Seluruh warga mendatangi masjid dan bekerjasama. Sehingga kini masjid tersebut telah berukuran 16 x 16 meter.

Saat TSR 3 Pemko Padang datang ke masjid itu, terlihat kondisi masjid yang masih belum selesai. Dinding masjid belum diplaster. Tidak ada jendela maupun pintu. Masjid yang dimulai pembangunannya pada 24 Agustus 2014 itu masih terlihat sederhana. “Sejak dibangun, baru kali ini kami dikunjungi Tim Safari Ramadhan,” terang Jurnal.

Mewakili warga, Jurnal mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Pemko Padang yang telah berkunjung di masjid tersebut. Menurutnya, kedatangan TSR sebagai media informasi bagi warga setempat.

“Lewat kunjungan ini terjadi hubungan timbal balik antara masyarakat dengan pemerintah,” ungkapnya.

Asisten I Vidal Triza mengatakan tim ramadhan yang dilakukan Pemko Padang di setiap tahunnya merupakan substansi untuk membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dengan warga. Sebab, komunikasi yang harmonis merupakan sebuah keniscayaan bagi kelancaran dan kesuksesan tugas dan kinerja pemerintah sebagai regulator dan eksekutor dalam melaksanakan pembangunan.

“Tanpa terbangun komunikasi harmonis antara pemerintah dan warga dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan informasi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Vidal mengajak warga untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif serta tidak mudah terpancing dengan isu menyesatkan. Selain itu warga juga diharapkan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keilmuan sehingga dapat terbentuk masyarakat yang berkemampuan IPTEK dan bersemangat IMTAK.

“Mari kita tingkatkan semangat membaca Alquran dan shalat subuh berjamaah di masjid / mushalla, baik di bulan suci maupun di luar bulan puasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kota Tangah, Kompol Jon Hendri mengimbau kepada warga untuk tetap menjaga Kamtibmas. Termasuk berhati-hati dalam mengenakan perhiasan.

“Sebab, warga kita terbiasa mengenakan perhiasan bila ke pasar. Kebiasaan ini mesti dihilangkan karena akan mengundang tindak kriminalitas,” ujarnya.

TSR 3 Pemko Padang membawa sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemko Padang. Nampak hadir diantaranya Heryato Rustam (Staf Ahli Bidang Pemerintahan), Edi Dharma (Kabag Pereknomian), Desmon Danus (Kakan Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi), Camat Koto Tangah, Adlin, serta unsur di sejumlah dinas dan bagian di Pemko Padang. Di akhir tarawih itu, Asisten I Vidal Triza menyerahkan bantuan bagi masjid tersebut sebesar Rp 15 juta. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Padang, GoNews Group, Umum
wwwwww