Home >  Berita >  Peristiwa

Terban, Jalan Maek Makin Mengkhawatirkan

Terban, Jalan Maek Makin Mengkhawatirkan
Sekretaris DPRD Desri, S.Pd menyerahkan bantuan tikar kepada pengurus Masjid Al Iklas Jorong Ronah Maek. (tri)
Selasa, 14 Juni 2016 09:38 WIB
Penulis: tri nanda
Limapuluh Kota--Masyarakat Kenagarian Maek Kecamatan Bukik Barisan meminta perbaikan jalan Andiang-Maek yang kini sudah banyak terban dan rawan bahaya kecelakaan lalu lintas. Bila kondisi ini dibiarkan berlarut, akses perhubungan satu-satunya ke nagari penghasil gambir itu dikhawatirkan akan putus.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota segera memperbaiki jalan ruas Andiang-Maek. Sebab, akses satu-satunya ke nagari ini sudah banyak yang terban dan tertutup tanah longsor,” ungkap Wali Nagari Maek Afri Hendra di hadapan tim  safari Ramadhan Pemerintahan Daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang dipimpin Ketua DPRD diwakili Sekretaris DPRD Desri, S.Pd di Masjid Al Iklas Jorong Ronah Maek, Sabtu (11/6).

Pada beberapa titik, kata Afri, badan jalan tinggal separoh, itupun sudah mulai menunjukan gejala terlihat retak-retak.

“Kami sangat berharap jalan itu segera ditangani. Bila putus, masyarakat Maek yang berjumlah 12.000 jiwa bakal terisolasi,” tutur Afri.

Disamping jalan Andiang-Maek, warga juga memohon peningkatan jalan dari Jorong Ronah hingga Jorong Nenan yang kini kondisinya sudah sangat parah. Tak hanya berlobang dan terban, sebagian besar permukaan jalan ke ujung nagari Maek ini juga masih berupa tanah yang senantiasa sulit dilewati setiap kali datang hujan.

“Jalan ke Jorong Nenan juga sangat parah dan mengkhawatirkan. Kami sangat mengharapkan perhatian dan tindak lanjut berupa perbaikan, untuk tahap awal ini barangkali Pemkab bisa melaksanakan gerakan gotong royong (Gerbang Gor) seperti yang telah banyak dilaksanakan di nagari lain,” tutur Afri.

Kondisi jalan yang tidak baik tersebut, lanjut Afri, cukup berdampak terhadap kelancaran arus transportasi puluhan ton produksi gambir di Maek setiap bulannya. Akibat jalan yang tidak layak tempuh, ongos angkut jadi lebih mahal.

Disamping masalah infrastruktur jalan, masyarakat juga mempertanyakan tindak lanjut pemasangan listrik bagi 60 rumah di Jorong Koto Tinggi Maek yang sudah dibayarkan biaya premi pertama oleh warga, namun realisasinya belum ada .

Sementara salah seorang warga H Ratius Usman menyampaikan kondisi guru SMAN Maek yang baru berjumlah 19 orang dan hanya mempunyai 3 orang guru PNS, sedangkan 16 lainnya masih honor sekolah.

“Karena gurunya banyak yang berstatus honor sekolah, tentunya ini akan menyulitkan pihak wali murid dan komite. Menyikapi ini, kami berharap adanya tambahan guru PNS dari pemerintah,” ucap Ratius.

Menjawab berbagai aspirasi masyarakat tersebut pimpinan rombongan Desri menyebut akan menyampaikannya kepada Bupati dan instansi terkait lainnya. Dalam kesempatan itu Desri juga mengingatkan masyarakat Maek akan ancaman degradasi moral generasi muda yang kian memiriskan. Desri juga mengajak para lulusan SLTP di Maek untuk sama-sama membesarkan SMAN Maek yang baru berdiri sejak setahun lalu.

“Kita sengaja membangun SMA di Maek karena menyadari tidak semua warga yang mampu menyekolahkan anaknya di luar Maek. Karena kini sudah ada SMA sendiri, mari sama-sama kita besarkan sekolah baru itu,” ajak mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota ini sembari mengatakan akan menyampaikan masalah guru SMA ini ke Dinas Pendidikan.

Safari Ramadhan ini juga diikuti Kepala BPM Syahrial Amri, S.Sos, M.Si, Camat Bukik Barisan Drs. Rahmad Hidayat, M.Si serta sejumlah pejabat Pemkab Limapuluh Kota.

Pada kunjungan itu Desri juga menyerahkan bantuan sebanyak 5 lembar tikar kepada pengurus Masjid Al Iklas Jorong Ronah.***

Editor : M. Siebert
Kategori : Peristiwa, Limapuluh Kota

Loading...
www www