Home  /  Berita  /  GoNews Group

Singgah Sahur di Bukik Durian Batu, Begini Curhat Petani Jasril Kepada Walikota Padang

Singgah Sahur di Bukik Durian Batu, Begini Curhat Petani Jasril Kepada Walikota Padang
Wako Padang H. Mahyeldi duduk bersila sambil makan sahur di Rumah Jasril. (Humas Padang)
Kamis, 09 Juni 2016 12:28 WIB

PADANG - Rabu (8/6/2016), masih pukul 03.20 WIB dinihari, ketika rombongan Tim Singgah Sahur (TSS) Pemko Padang tiba di kampung Bukik Durian Batu. Gelap masih pekat menyergap. Cuma remang cahaya lampu dari rumah penduduk yang jumlahnya mungkin sekitar tiga atau empat buah rumah yang sedikit membantu penglihatan saat menapaki jalan berbatu.

Selebihnya di sebelah utara dan timur adalah hutan, baru di sebelah barat dan selatan sebelum menanjak ke lereng bukit terdapat perkampungan yang merupakan termasuk wilayah Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Cukup jauh tim yang dipimpin langsung Walikota Padang H. Mahyeldi Datuak Marajo ini menempuh jalan tak beraspal, becek, berbatu-batu dan mendaki pula. Namun tim berkekuatan 25 orang tetap bersemangat baja menuntaskan kunjungan perdana pada Ramadhan 1437 Hijriyah ini, maka semua fokus dengan tujuan utama yaitu membantu sesama.

Adalah rumah milik Jasril, sasaran singgah sahur kali ini. Letaknya agak terpencil di lereng bukit. Terbuat dari kayu yang kelihatannya sudah mulai lapuk. Jasril menempati rumah itu bersama istri dan ketujuh anaknya. Memang sempit, tapi Jasril tetap melapangkan hati menerima tamu yang tidak terduga menjelang waktu sahur.

Kelapangan hati Jasril dan keluarga terlihat dari sambutan hangatnya terhadap tim yang datang. Meskipun masih dilanda kantuk, ia bisa tersenyum hangat dan menyilakan tamunya duduk di selasar rumah panggungnya beralaskan tikar. Karena jumlah tamunya yang banyak, terpaksa sebagian mencari tempat sendiri di halaman yang berumput dengan beralsakan tikar yang memang selalu dibawa oleh tim dalam setiap kunjungan.

Jasril dan istrinya, Nurjati merasa tersanjung saat mengetahui tamunya tidak lain Walikota Padang bersama para pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Padang. Pria 45 tahun ini mengaku sungguh tidak menyangka rumahnya yang terpencil dan sangat sederhana itu akan datangi orang-orang terhormat.

"Sungguh saya tidak menyangka, Pak Wali dan bapak-bapak ini akan mengunjungi rumah saya yang buruk ini," kata Jasril polos sambil memangku salah seorang putranya yang masih berusia 6 tahun.

"Beginilah keadaan tempat tinggal saya, Pak," ujarnya lagi.

Kemudian, perbincangan berlangsung akrab antara keluarga Jasril dengan Walikota Mahyeldi yang duduk sehamparan dengan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan drg. Eka Lusti, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) drg. Frisdawati, Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi, Kepala Dinas Tata Ruang Tata Bangunan dan Perumahan (DTRTBP) Afrizal BR, Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso serta Sekretaris Kecamatan Kuranji Yoga Natasha. Sementara Kabag Umum, Kabag Humas dan beberapa Kepala Bidang dari SKPD terkait memilih duduk di halaman.

Setiap pertanyaan yang mengalir dari Wako Mahyeldi dijawab dengan nada optimis oleh Jasril. Sesekali ia tersenyum ketika sang walikota bercanda diikuti oleh derai tawa yang lain.

Pertanyaan Mahyeldi diantaranya tentang sekolah dan cita-cita dari anak-anaknya. Meskipun dalam kehidupan yang sederhana, menurut Jasril, pendidikan anak-anaknya tetap menjadi nomor satu. Ia akan berupaya keras mewujudkan cita-cita anaknya.

Dua diantara nak laki-laki Jasril, Ade (13) dan Aidil (6) bercita-cita menjadi tentara, anaknya yang perempuan, Fitri (9) bercita-cita menjadi bidan. "Saya ingin menjadi tentara," kata Ade ketika ditanya langsung oleh walikota yang juga seorang ustad tersebut. Senada dengannya, adiknya Aidil juga menjawab antusias ingin menjadi tentara.

"Begitulah, Pak. Cita-cita anak-anak adalah nomor satu bagi saya. Walaupun hidup seperti sekarang (sederhana) namun apapun akan kami lakoni untuk anak-anak," sela Jasril.

Kalau untuk makan, Jasril memegang prinsip "Ado samo dimakan, indak ado samo dicari (ada sama dimakan, tidak ada dicari bersama)". Prinsip ini ia tanamkan kepada keluarga agar selalu rukun dan bahu membahu dalam setiap upayanya menafkahi keluarga.

Editor:Calva
Kategori:Padang, GoNews Group, Lingkungan
wwwwww