Home  /  Berita  /  Ekonomi

Keluarga Miskin di Pasaman Barat Dapat Bantuan Modal Usaha dari LKKS Sumbar Bersama Baznas

Keluarga Miskin di Pasaman Barat Dapat Bantuan Modal Usaha dari LKKS Sumbar Bersama Baznas
Ketua Umum LKKS Sumbar, Ny Nevi Irwan Prayitno saat memberikan bantuan modal pengembangan usaha bagi Mustahik di Pasaman Barat. Biro Humas Sumbar)
Minggu, 05 Juni 2016 09:33 WIB

PASAMAN BARAT - Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumbar serahkan bantuan modal pengembangan  usaha bagi 25  keluarga Miskin (Mustahik) di Kabupaten Pasaman Barat. Penyerahan bantuan modal pengembangan usaha dengan total Rp50 juta tersebut bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Provinsi Sumbar.

"Bantuan paket modal usaha ini dimaksudkan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan keluarga kurang mampu penerima zakat (mustahik). Ini adalah upaya meningkatkan usaha dan pendapatannya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga," sebut Ketua Umum LKKS Sumbar, Ny Nevi Irwan Prayitno saat memberikan sambutannya pada acara penyerahan bantuan modal pengembangan usaha bagi Mustahik di Pasaman Barat, di Aula Rumah dinas bupati Pasaman Barat, Sabtu (4/6/2016).

Paket bantuan modal yang diberikan masing-masing senilai Rp2 Juta. Ia mengharapkan para penerima bantuan tersebut dapat memamfaatkan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya, dengan terus berupaya meningkatkan usaha yang selama ini telah digelutinya, agar dapat menambah pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

"Jika sekarang bapak atau ibu menjadi penerima, semioga dimasa akan datang dapat berhasil, bahkan untuk menjadi pemberi zakat (muzaki) hendaknya," ujarnya pada kegiatan yang juga dihadiri Ketua Basnas Provinsi Sumbar, Syamsul Bahri khatib, Ketua LKKS Pasaman Barat, Ny. Yun Syahiran, dan Sekdakab Pasaman Barat.

Menurutnya, penyerahan bantuan ini juga memberikan motivasi kepada para keluarga mampu dan pemberi zakat di daerah agar dapat membayarkan zakat pada badan amil zakat setempat. Dengan begitu badan amil zakat di daerah dapat melakukan hal yang serupa bagi masyarakat kurang mampu yang berada dilingkungannya. Ini tentunya upaya untuk memupuk kebersamaan , semangat kekeluargaan, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, sesuai dengan azas yang terkandung dalam penyelenggaraan sosial.

"Sebagai lembaga yang berfungsi mengkoordinasikan penyelenggaraan sosial yang dilaksanakan lembaga-lembaga sosial dan masyarakat, maka LKKS sangat berkepentingan, bahwa semangat kesetiakawanan dan kepedulian sosial tersebut dapat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial," terangnya.

Sebab itu, Ny Nevi Irwan Prayitno menambahkan perlu terus berinisiatif menciptakan wadah penerapan semangat kesetiakawanan sosial tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya melalui kegiatan pertemuan silaturahim antar masyarakat, bakti sosial, kegiatan ekonomis dan produktif serta bentuk lainnya.

"Sehubungan dengan itu, LKKS Sumbar memandang pentingnya menumbuhkan , dan mengembangkan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) sebagai lembaga kesejahteraan sosial. Itu dapat menjadi wadah komunikasi, dan koordinasi antar kelompok masyarakat, maupun lembaga sosial yang ada. Sehingga dapat menggalang semangat, dan kegiatan kebersamaan serta kesetiakawanan sosial antara para keluarga di tingkat desa dan nagari," ujarnya. (rilis)

wwwwww