Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
19 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
24 jam yang lalu
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
22 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
4
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
Internasional
19 jam yang lalu
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
5
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
Politik
19 jam yang lalu
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
6
Garuda Imbau Calon Penumpang Penuhi Syarat Keluar-Masuk Jakarta
GoNews Group
22 jam yang lalu
Garuda Imbau Calon Penumpang Penuhi Syarat Keluar-Masuk Jakarta
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Gempa 6.5 SR di Pesisir Selatan, Membuat Gunung Kerinci Berstatus Waspada, Ini Analisanya

Gempa 6.5 SR di Pesisir Selatan, Membuat Gunung Kerinci Berstatus Waspada, Ini Analisanya
Gunung Kerinci terlihat dari Kabupaten Solok Selatan. (Solselkab.go.id)
Minggu, 05 Juni 2016 18:36 WIB
Penulis: DARYONO (Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG)
PASKA terjadinya gempabumi kuat berkekuatan M=6,5 pada 2 Juni 2016 yang merusak 2.663 rumah di Sumatera Barat dan Bengkulu, kini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, menyatakan bahwa Gunung Kerinci (3.805 m) berstatus waspada.

Data pada pos pengamatan Gunung Kerinci PVMBG menunjukan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, dan tremor yang terjadi menerus dengan amplitudo 0,5-2,0 mm. Hujan abu tipis juga dilaporkan terjadi, serta munculnya kepulan asap di sekitar gunung dengan ketinggian asap sekitar 400 hingga 500 meter. Seiring dengan penetapan status waspada, maka masyarakat di sekitar Gunung Kerinci dihimbau agar tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Banyak pertanyaan dilontarkan oleh warga mengenai kemungkinan adanya kaitan antara gempabumi kuat yang baru saja terjadi dengan aktivitas erupsi Gunung Kerinci. Apakah ada hubungan antara aktivitas gempabumi kuat dengan meningkatnya aktivitas gunungapi? Untuk menjawabnya, tentu kita harus memahami kondisi tektonik regional serta konsep hubungan stres-strain paska gempabumi hingga terbentuknya tekanan di dapur magma.

Gunung Kerinci terletak di zona Sesar Sumatera dan relatif dekat denga zona subduksi lempeng. Karena terletak di zona tektonik aktif, maka secara geologis, terbentukya Gunung Kerinci tidak lepas dari proses tektonovolkanik di zona ini. Sehingga, kondisi fisiografi, seismisitas, dan vulkanisme setempat sangat dipengaruhi oleh aktivitas tumbukan Lempeng IndoAustralia dengan Lempeng Eurasia.

Kondisi ini menjadikan zona barat Sumatera sebagai salah satu kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan dan gunungapi yang tinggi di Indonesia. Jika aktivitas gunungapi sebagai bagian dari rangkaian aktivitas subduksi lempeng, maka meningkatya aktivitas Gunung Kerinci saat ini tidak lepas dari aktivitas seismik dan dinamika tektonik regional yang sedang aktif akhir-akhir ini.

Editor : Calva
Kategori : Sumatera Barat, Pesisir Selatan, GoNews Group, Peristiwa

Loading...
www www