Home  /  Berita  /  Peristiwa

Kapal Wisata ke Pulau Angso Duo Karam, Wawako Pariaman: Terbukti Melanggar, Pemilik Kapal Segera Ditindak!

Kapal Wisata ke Pulau Angso Duo Karam, Wawako Pariaman: Terbukti Melanggar, Pemilik Kapal Segera Ditindak!
Proses evakuasi penumpang kapal wisata ke Pulau Angso Duo Pariaman yang karam. (pariamantoday.com)
Senin, 30 Mei 2016 08:00 WIB

PARIAMAN - Kasus karamnya kapal pariwisata ke Pulau Angso Duo di perairan Kota Pariaman membuat Pemerintah Kota Pariaman bertindak tegas. Bahkan, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar berjanji akan menindak tegas pengusaha kapal wisata ke pulau yang jika terbukti menaikan penumpang di Pantai Gandoriah atau di tempat yang dilarang diluar pelabuhan.

Menurut dia pihaknya akan mengevaluasi izin kapal tersebut pasca karamnya kapal wisata yang hendak menuju Pulau Angsoduo di Pantai Gandoriah, Minggu (29/5/2016).

"Peristiwa ini momentum. Mulai besok (maksudnya Senin, 30 Mei 2016) tidak boleh satu pun kapal menaikan penumpang selain di dermaga. Kita juga akan proses secara hukum pemilik kapal karam," tegas Genius.

Kapal pariwisata yang membawa belasan penumpang tenggelam di Selat Bunga, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Kapal tenggelam diduga akibat empasan ombak besar.

Sebgaimana diberitakan, peristiwa kapal karam tersebut terjadi sekitar pukul 10.20 WIB persis di halaman Pantai Gandoriah yang saat itu menghelat Festival Pesona Gandoriah tahun 2016.

Dugaan kapal karam disamping ombak besar juga diduga kelebihan muatan, karena pemilik kapal dikabarkan nekat menaikan penumpang di zona terlarang. Transportasi ke pulau hanya melegalkan 17 kapal yang semuanya menaik turunkan penumpang di dermaga. Penumpang berjumlah 20 orang tersebut berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue BPBD Kota Pariaman bersama masyarakat setempat.

Menurut Syafruddin (45) warga Pasir Pariaman yang terlibat dalam proses evakusi mengatakan bahwa kapal karam disebabkan cuaca buruk dan kondisi kapal yang bocor. Mulanya datang bantuan satu kapal wisata untuk lakukan evakuasi. Selama proses pemindahan penumpang, kapal naas tersebut miring ke kanan dan rebah. Kapal dipenuhi air membuat penumpang panik.

"Kapal itu bocor saat dinaiki. Mulanya 17 penumpang berhasil pindah kapal menyisakan tiga penumpang lagi, seorang ibu-ibu, satu lelaki dan satu perempuan usia sekitar 12 tahun," kata Syafruddin dilansir dari pariamantoday.com.

Melihat kapal karam tersebut, ujarnya, warga merenangi laut, pihak BPBD turunkan jetsky dan kapal aluminium.

"Alhamdulillah semua penumpang selamat. Di atas kapal juga ada rompi apung," jelas dia.

Saksi mata Rina (40) mengaku melihat perempuan histeris memekik memanggil anaknya yang ada di atas kapal.

"Wisatawan dari Padang, ibunya tetap di Gandoriah sedangkan anak perempuannya ke pulau. Untung saja tenggelamnya hanya belasan meter dari bibir pantai, jika tidak saya sendiri tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi," ucap Rina. (***)

Editor:Calva
Sumber:Pariamantoday.com
Kategori:Peristiwa, GoNews Group, Pariaman
wwwwww