Bakal Diberi Sanksi Sosial, Bagi Orang Tua yang Halangi Pendidikan Anak

Bakal Diberi Sanksi Sosial, Bagi Orang Tua yang Halangi Pendidikan Anak
Wabup Ferizal Ridwan bersama para guru saat mengikuti kegiatan perpisahan siswa kelas enam SD se kenagarian Maek.(f/humas 50 Kota)
Minggu, 22 Mei 2016 17:07 WIB
Penulis: Tri Nanda
LIMAPULUH KOTA--Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, meminta agar seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar terus mendorong kemauan anak, para generasi penerus bangsa untuk melanjutkan setiap jenjang pendidikan. Sebab, pendidikan adalah modal utama pembangunan daerah dalam jangka panjang.

"Kami ingatkan khusus bagi para orang tua, kami tidak ingin mendengar ada anak-anak kita, generasi penerus bangsa, yang tamat hari ini, tidak melanjutkan pendidikannya. Kami tidak ingin. Tidak boleh ada yang putus sekolah, apa pun alasannya," kata Wabup Ferizal, saat menghadiri perpisahan murid kelas VI SD se-Kenagarian Maek, Bukik Barisan, Sabtu (21/5).

Fenomena yang menjadi budaya masyarakat di Limapuluh Kota saat ini, sebutnya, yaitu tidak adanya kepedulian terhadap pendidikan anak. Dia bahkan menegaskan, jika ada orang tua yang dengan sengaja menghalangi atau tidak memberi dorongan kepada anaknya untuk melanjutkan pendidikan, maka akan diberikan semacam sanksi sosial.

Kendati tidak merinci sanksi sosial apa yang akan diberikan kepala daerah, namun Ferizal mengaku ia sangat serius atas imbauannya itu. Para tokoh masyarakat seperti Niniak Mamak, diminta terus mengawasi fenomena daerah terhadap kepedulian pendidikan. Menurutnya, persoalan ekonomi atau pun faktor lain tidak boleh menjadi alasan untuk kelangsungan pendidikan bagi para anak dan kemenakan.

Karena pemerintah sudah mencanangkan wajib belajar 12 tahun, hingga ke jenjang perkuliahan. Dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah 2016-2021, pihaknya lebih memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan. Artinya, proritas penyusunan anggaran daerah, untuk perubahan tahun 2017, sekitar 60 persen bakal dititikberatkan di sektor pendidikan.

Keseriusan pembanguna di bidang pendidikan menjadi visi-misi kepala daerah Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan. Salah satu visi daerah dalam jangka panjang, katanya, adalah mencetak 50 ribu lulusan sarjana di Limapuluh Kota. "Saat ini, jangankan mau jadi PNS, untuk jabatan Satpam saja kualifikasinya, harus memiliki ijazah S-1," tuturnya.

Putra Lareh sago Halaban itu menyebut, ke depan berbagai tantangan baik persaingan ekonomi dan teknologi semakin komplek. Masyarakat Limapuluh Kota, mustahil akan mampu bersaing, tanpa dibekali sumber daya manusia serta ilmu pengetahuan yang memadai. Oleh sebab itu, salah satu langkah pemerintah daerah, yakni menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.

Selain di Maek, sepanjang Sabtu kemarin, Wabup Ferizal juga menghadiri acara perpisahan di SMPN 1 dan SMPN II, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Disana, Wabup juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa, tenaga pendidik serta wali murid, agar sama-sama menyadari, arti pentingnya pendidikan bagi pembangunan daerah. ***


Loading...
www www