Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Diberhentikan Tidak Sesuai Prosedur, Tiga Mantan Wali Jorong Gadut Agam Ini Ajukan Somasi
2
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
3
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
4
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Kesehatan
22 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
5
Bidan Desa Sukarela di Sumbar Mengaku Diancam Jika tak Kembalikan BLT
Dharmasraya
19 jam yang lalu
Bidan Desa Sukarela di Sumbar Mengaku Diancam Jika tak Kembalikan BLT
6
Wow... Sejak Idham Aziz jadi Kapolri, 7 Ton Lebih Narkoba Diamankan Senilai Rp840 Miliar
GoNews Group
24 jam yang lalu
Wow... Sejak Idham Aziz jadi Kapolri, 7 Ton Lebih Narkoba Diamankan Senilai Rp840 Miliar
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Waspadalah! Penilaian Organda Pesisir Selatan: Keselamatan Penumpang Travel Liar Tidak Terjamin

Waspadalah! Penilaian Organda Pesisir Selatan: Keselamatan Penumpang Travel Liar Tidak Terjamin
Ilustrasi. (lampost.co)
Selasa, 17 Mei 2016 09:35 WIB

PAINAN - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pesisir Selatan menilai, bahwa keselamatan penumpang yang naik travel liar yang saat ini tengah marak di daerah Pesisir Selatan, tidak terjamin.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Pesisir Selatan, M Husni Bagindo Rajo di Painan menyebutkan, kenapa tidak terjamin, karena travel itu tidak memiliki organisasi yang jelas, sehingga apabila terjadi tindak pidana penumpang ataupun keluarganya tidak tahu akan menuntut kepada siapa.

Selain itu, tambah dia, kepolisian juga akan sedikit bekerja ekstra untuk melakukan penyelidikan, berbeda apabila yang ditumpangi adalah travel resmi.

Kerugian lain, ujar dia penumpang tidak memiliki kepastian pelayanan dan ongkos yang harus dibayar.

"Hal yang kerap dijumpai adalah ketidakpastian pelayanan, tempat duduk yang layak hanya untuk tiga orang bisa diduduki oleh empat atau lima orang dan penumpang akan melapor kepada siapa karena jelas travel itu tidak resmi," jelasnya.

Ia melanjutkan, tindak pemerasan juga kerap terjadi karena ongkos resmi tidak pernah ditetapkan berbeda dengan travel resmi yang ada penetapan ongkosnya.

Selain itu, sebutnya tidak ada kepastian menerima asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja karena status travel yang ditumpangi liar.

Ia menerangkan travel liar mulai beroperasi sejak 2007 guna meminimalkan pihaknya telah membuka komunikasi dengan kepala daerah di kabupaten itu.

"Sebelumnya kami telah membicarakan hal ini dengan bupati dan kedepan akan digelar sebuah rapat yang fokus membahas travel liar," kata dia dilansir dari pesisirselatankab.go.id, Selasa (17/5/2016). (***)

Editor : Calva
Sumber : Pesisirselatankab.go.id
Kategori : Hukum, GoNews Group, Pesisir Selatan

Loading...
www www