Home  /  Berita  /  Umum
Melawan Lupa

Bermula dari 50 Rombongan, Nah, Beginilah Sejarah Kabupaten Limapuluh Kota

Minggu, 15 Mei 2016 10:00 WIB

PEMBAGIAN WILAYAH ULAYAT RAJO

1. Wilayah Hulu ialah yang berjenjang ke Ladang Laweh,berpintu ke Sungai Patai, selingkar Gunung Sago, mudiknya Labuah Gunuang dan hilirnya sampai ke Balai Koto Tinggi. Yang memegang tampuk pimpinan ulayat Hulu adalah Dt. Marajo Simagayur yang berkedudukan di Situjuah Banda Dalam yang disebut juga Pamuncak Adat.

2.Wilayah Luhak adalah sejak dari Munggo mudik sampai ke Limbukan hilir. Mencakup daerah di dalamnya Koto Kaciak, Andaleh, Tanjuang Kubu, Sungai Kamuyang, Aur Kuning, Tanjung Patai, Gadih Angik, Padang Karambie, Limau Kapeh, dan Air Tabik Limo suku. Yang memegang barih balabeh Luhak adalah disebut “ urang balimo badunsanak “ yaitu :

Ads

a. Datuk Rajo Malingkan berkedudukan di Mungo dengan Koto Kaciak baranak ke Subaliak Aia
b. Datuak Pangulu Basa berkedudukan di Andaleh dengan Tanjuang Kubu, beranak ke banda tunggang.
c. Datuak Rajo Malano berkedudukan di Sei Kamuyang nan tungga sampai sawah tangah mudiak sampai kaki gunung hilir yang bernama talua tasapik kabatu.
d. Datuk Paduko Sinaro berkedudukan di Aua Kuniang dengan Tanjuang Patai, baranak ke Gadih Angik.
e. Datuk Paduko Alam berkedudukan di Limbukan Padang Karabia baranak ke Limau Kapeh
Rajo di Luhak adalah Dt. Marajo Indo nan Mamangun berkedudukan di Air Tabik.

3. Wilayah Lareh adalah antara Bukik Cubadak Mudik sampai ke Padang Balimbiang Hilir . Pemegang tampuk adat ulayat Lareh adalah Dt. Paduko Marajo.

4. Wilayah Ranah adalah dari Sialang Balantak Basi sampai ke Saut Sungai Rimbang sampai ke Jopang Manganti, terus ke Mungka Koto Tuo,hilirnya ke Tambun Sarilamak, sampai ke Paraku Anjiang Mudiak, selingkar Batang Sinamar dan selingkung Batang Lampasi, dan sampai juga ke Mahek Muara Takus dan Sialang Durian Tinggi. Yang menjadi pemimpin ulayat Ranah adalah Dt. Dahandaro yang di panggilkan Dt. Bandaro Hitam berkedudukan di Talago Gantiang.

5. Wilayah Sandi meliputi sekitar daerah Kumbuah nan Payau, Titian Aka. Terletak dari Nasi Rodam ke tengah, Padang Samuik ke tepi. Dari Bukit Si Kabau hilir hingga Muaro Mudik. Pemegang tangkai adat atau Rajo di Sandi adalah Dt. Permato Alam Nan Putiah di Koto Nan Gadang.


SEJARAH ZAMAN PADERI
Pada zaman paderi Luhak Lima Puluh Kota, terdiri dari 50 Nagari adat , nagari yang mempunyai adat yang sama di himpun menjadi satu kelarasan sehingga Limapuluh Kota terbagi kedalam 13 kelarasan adat pimpinan kelarasan disebut tuanku lareh yang dipilih dari salah satu wali nagari dalam satu kelarasan , yaitu :

1. Kelarasan Koto Nan Ampek (Koto Nan Ampek )
2. Kelarasan Koto Nan Gadang (Koto Nan Gadang )
3. Kelarasan Payo Basuang ( Payo Basuang, Tiakar, Andaleh, dan Mungo )
4. Kelarasan Halaban (Halaban,Ampalu, Sitanang, Tabiang Tinggi, Batu Payuang, dan Balai Panjang )
5. Kelarasan Limbukan ( Limbukan, Aie Tabik,Tanjung Haro Sikabu,dan Sungai Kamuyang )
6. Kelarasan Situjuah ( Situjuah Batur, Situjuah Gadang, Situjuah Banda Dalam, dan Situjuang Ladang Laweh )
7. Kelarasan Batu Hampa ( Batu Hampa, Koto Tangah, Sariak Laweh, Suayan , Sungai Balantiak dan Durian Gadang )
8. Kelarasan Guguak ( Guguak, VII Koto Talago, Kubang, dan Sungai Talang)
9. Kelarasan Mungkar (Mungkar, Talang Maur, Sungai Antuan,dan Jopang Manganti )
10. Kelarasan Lubuak Batingkok ( Lubuak Batingkok, Gurun, dan Koto tuo )
11. Kelarasan Sungai Baringin ( Sungai Baringin, Piobang, Taeh Baruah,Taeh Bukik, Koto Baru, dan Simalanggang) 12. Kelarasan Sarilamak ( Sarilamak, Tarantang, Harau,dan Solok Bio-Bio )
13. Kelarasan Taram ( Taram, Bukik Limbuku, dan Batu Balang ).

Tokoh Paderi yang terkenal adalah Haji Piobang, Tuanku Nan Biru dari Guguak, Tuanku Nan Garang dari Lubuak Batingkok, dan Tuanku Halaban yang kemudian diangkat Belanda menjadi Regen Halaban.

BUPATI LIMA PULUH KOTA

Dalam sejarah pemerintahan Limapuluh Kota pertama kali dipimpin oleh Syahfiri Sutan Pangeran sejak 8 Oktober 1945 dan dalam pelaksanaan hariannya dijabat sementara oleh Dr.Adnan ,WD, pada 23 Januari 1946 dijabat oleh Bagindo Moerad sampai tahun 1947,kemudian digantikan lagi oleh Alifuddin sampai akhir tahun 1948, dan dilanjutkan oleh Bupati Militer Arisun St. Alamsyah dan setelah beliau gugur di Situjuh pada tanggal 15 Januari 1949 digantikan oleh Bupati Militer Saalah Sutan Mangkuto yang menjabat tahun 1949, kemudian dilanjutkan oleh Bupati Sultani Sutan Malakoselama setahun (1950). Dalam masa stabilitas politik nasional yang belum stabil maka Limapuluh Kota dipimpin oleh H. Darwis Dt. Tumangguang yang memimpin Kabupaten Limapuluh Kota selama 5 tahun ( 1950- 1956). Syahboedin Latif Dt. Si Bungsu melanjutkan kepemimpinan Darwis dari pertengahan tahun 1956-1957.

Dalam catatan sejarah kepemimpinan di Kabupaten Limapuluh Kota Akhmad Khatib memimpin Limapuluh Kota tahun 1957, pengantinya adalah Anwar Dt.Majo Basa nan Kuniang (1957-1958) dan kemudian dilanjutkan oleh Zainal Abidin St. Sarinado dari tahun 1958-1959. Antara tahun 1960-1961, Kabupaten Limapuluh Kota dipimpin Inspektur Pol.S.M. Djoko, yang kemudian antara tahun 1961 sampai 1967 Limapuluh Kota dipimpin oleh Letkol. Inf.Slamet Suhindrio, yang kemudian dilanjutkan dengan periode kepemimpinan Kol.Inf.A.Syahdin Dt. Bandaro periode 1967 sampai tahun 1973 Tahun 1973-1974 Limapuluh Kota dipimpin oleh PJS Bupati Drs. Saruji Ismail, dan kemudian digantikan oleh Kol. Inf. H. Burhanuddin Putih selama dua periode yakni periode pertama 1975- 1980 dan periode kedua 1980- 1985. Selanjutnya digantikan oleh Kol.CZI Djofri satu kali periode 1985-1990. Drs. H. Aziz Haily,MA Dt. Bandaro Kayo menjabat Bupati Limapuluh Kota dua periode yakni periode pertama tahun 1990-1995 dan periode kedua 1995-2000.

Dan sejak Juni 2000- Juni 2005 dipimpin oleh Bupati dr. Alismarajo Dt. Sori Marajo dan Wakil Bupati Drs. H.Amri Darwis .SA dan untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati sampai dilantiknya Bupati terpilih hasil Pilkada maka dijabat oleh Plh. Drs. H Basril Thaher kemudian pada bulan Agustus 2005 sampai 2010 Kabupaten Limapuluh Kota dipimpin oleh Bupati Drs. H.Amri Darwis.SA dan Wakil Bupati Ir. Irfendi Arbi MP. Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati sampai dilantiknya Bupati terpilih hasil Pilkada maka dijabat oleh Penjabat Drs.Syafrial kemudian pada bulan November 2010 sampai sekarang dipimpin oleh Bupati dr.Alis Marajo dan Wakil Bupati Drs.Asyirwan Yunus, M.Si. (***)

Editor:Calva
Sumber:Limapuluhkotakab.go.id
Kategori:Umum, Peristiwa, Pemerintahan, GoNews Group, Limapuluh Kota
wwwwww