Limapuluh Kota-Sumedang Bangun Kerjasama Bisnis Tembakau Hitam

Limapuluh Kota-Sumedang Bangun Kerjasama Bisnis Tembakau Hitam
Terlihat Wabup Sumedang Eka Setiawan dan Wabupi Limapuluh Kota Ferizal Ridwan didampingi Asisten III Iryanis, menyaksi perwakilan daerah kabupaten sumedang dan Kabupaten 50 Kota tandatangani kerjasama bisnis tembakau hitam.(humas)
Rabu, 11 Mei 2016 21:14 WIB
Penulis: Trinanda
LIMAPULUH KOTA--Potensi alam Kabupaten Limapuluh Kota kini mulai dilirik swasta hingga pemerintah daerah lain sebagai lahan bisnis di bidang pertanian. Pemkab Limapuluh Kota pun kian gencar membuat promosi hingga menjajaki kerjasama bisnis. Seperti kerjasama bisnis tembakau hitam, yang dijalin pemerintah Limapuluh Kota dengan Pemkab Sumedang.

Kamis (12/5), wakil bupati, yang juga merangkap sebagai Plt.Bupati Sumedang, Jawa Barat, Eka Setiawan, bersama jajarannya menyempatkan diri berkunjung ke Limapuluh Kota, untuk mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki khususnya tembakau. Selain pejabat di intansi pemerintahannya, Eka turut memboyong sejumlah anggota Asosiasi Petani Tembakau di daerahnya.

Kunjungan kerja tersebut, disambut hangat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, Asisten III Iryanis,SH, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Yunire, Kabag Humas dan Protokoler Muhamad S, S.Pd serta sejumlah staf yang mewakili SKPD terkait dengan materi kunjungannya. Pertemuan kedua unsur pemerintah daerah itu dikemas dalam acara rapat terbuka di ruang rapat kantor bupati, di Sarilamak, Harau.

Di hadapan puluhan perwakilan Sumedang, Wabup Ferizal Ridwan, sempat menyampaikan seluruh potensi alam terutama hasil pertanian perkebunan tembakau, sirih dan gambir. Disamping itu, Ferizal juga tak lupa mempromosikan, semua potensi pariwisata alam, sejarah dan religi, yang tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

"Selain potensi sumber daya alam yang subur untuk pertanian-perkebunan, kami juga memiliki sumberdaya manusia berlimpah, yang siap diberdayakan seiring meningkatnya stimulus perekonomian dari sisi investasi dan eksport-import. Lebih separuh masyarakat kami berprofesi di bidang petanian dan perkebunan," papar Wabup Ferizal, Rabu (11/5).

Di Limapuluh Kota, katanya, gambir, tembakau dan sirih sudah menjadi makanan dan minuman jadi. Hasil produksi petani ini bahkan sudah lama menjadi komodity ekspor. Tingginya tingkat produksi dan konsumsi tembakau, katanya, akan menjadi pintu gerbang realisasi kejasama perdagangan tembakau, antara Limapuluh Kota dengan Sumedang.

"Ada dua macam produksi tembakau yang sudah dikembangkan oleh petani kita, yakni tembakau hitam dan kuning. Angka produksi pertanian tembakau di daerah kami juga tinggi. Ada dua kecamatan yang memproduksi tembakau dalam jumlah besar, yaitu Kecamatan Situjuah Limo Nagari dan Kecamatan Bukik Barisan. Kami serius dan berencana memasukkan agenda seperti ini ke RPJMD," tuturnya.

Mendengar pemaparan Ferizal, Wabup Sumedang Eka Setiawan, mengaku sangat tertarik bekerjasama dengan Limapuluh Kota. Dia menyebut, kondisi geografis daerah Sumedang hampir mirip dengan Limapuluh Kota. Saat ini, lanjut Eka, Sumedang merupakan daerah yang memiliki produksi  tembakau terbesar kedua setelah Garut.

"Sama halnya perkebunan gambir di Limapuluh Kota, kami juga tengah fokus mengembangkan pertanian tembakau di Sumedang. Kini juga sudah memasuki tahap ekspor. Adanya kejasama ini, kami berharap daerah kita bisa saling menguntungkan, terutama di bidang perdagangan hasil pertanian dan perkebunan," sebut Eka.

Kunjungan kerja Pemkab Sumedang ke Kabupaten Limapuluh Kota juga melahirkan kerja sama (MoU) antara  kedua Kabupaten dalam bidang bisnis  tembakau hitam.

Selesai makan siang, Asisten Administrasi Umum Iryanis dan Kabag Humas dan Protokoler  Muhamad S membawa Plt.Bupati Sumedang dan rombongannya untuk menikmati pemandangan alam Kelok 9 dan Lembah Harau.

“Kami sangat senang dan kagum dengan keindahan alam di Kelok 9 dan Lembah Harau,”ungkap Eka dan Kabag Humas Setkab Sumedang, Asep Tatang kepada GoSumbar.Com.***


Loading...
www www