Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
15 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Politik
16 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
4 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Berantas Narkoba, 350 Pejabat di Solok Selatan Adakan Tes Urine

Berantas Narkoba, 350 Pejabat di Solok Selatan Adakan Tes Urine
Selasa, 10 Mei 2016 15:39 WIB

SOLOK SELATAN - Sebanyak 350 pejabat di Kabupaten Solok Selatan melakukan tes urine. Tes ini dilakukan dalam rangka memberantas peredaran Narkoba di Kabupaten Solok Selatan. Menurut Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, menyebutkan, Indonesia memang jadi peredaran narkoba dan bahkan sudah dinyatakan oleh Presiden sebagai gawat darurat narkoba, dan akan dilaksanakan dari pusat sampai ke daerah.

"Pemerintah daerah pun harus merespon dari upaya yang sudah dilakukan presiden ini, yaitu dalam rangka perang melawan narkoba, dan diantara respon tersebut, diadakan test urine tehadap pegawai Pemkab Solok Selatan," katanya di sela-sela tes urine dilansir dari solokselatankab.go.id, Selasa (10/5/2016).

Ia juga menyebutkan, meski keterbatasan peralatan dan tenaga tes urine ini akan dilakukan pada seluruh pegawai.

"Hari ini baru dilakukan pada pejabat eselon 2,3 dan 4, lebih kurang 350 orang, dan akan dilanjutkan ke pegawai SKPD-SKPD, dalam kedaan berikutnya," tegas Wabup.

Pemeriksaan akan dilakukan semua aparat, karena tidak mungkin pegawai negeri atau PNS menggunakan narkoba dalam melayani masyarakat.

Jadi kata Wabup Solsel Abdul Rahman, jangan coba-coba untuk bersentuhan dengan narkoba tersebut, sebetulnya dengan mengamalkan ibadah saja itu sudah selesai persoallannya, jadi agama kita sudah melarang itu,

"Saya berharap Solok Selatan menjadi sejahtera religius beragama dan mengamalkan perintah-perintah agama, insyaallah tidak akan terlibat lagi dengan kegiatan narkoba tersebut," ujarnya. (***)

Editor : Calva
Sumber : Solselkab.go.id
Kategori : Solok Selatan, GoNews Group, Pemerintahan

Loading...
www www