Melawan Lupa, Beginilah Sejarah Berdirinya Kota Solok

Melawan Lupa, Beginilah Sejarah Berdirinya Kota Solok
Kantor Balaikota Solok. (Humas Solok)
Senin, 09 Mei 2016 08:33 WIB

KOTA  Solok dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Kecil dilingkungan Daerah Sumatera Tengah junto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1970 tentang Pelaksanaan Pemerintah Kotamadya Solok dan Kotamadya Payakumbuh.

Kota Solok diresmikan tanggal 16 Desember 1970 oleh Menteri Dalam Negeri yang pada saat itu dijabat oleh Amir Mahmud. Dengan terbentuknya Kotamadya Dati. II Solok maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pemda 7/9–10-313 tanggal 23 November 1970 mengangkat Drs. Hasan Basri sebagai Pejabat Kepala Daerah yang pertama.

Pelayanan publik Pemerintah Kota Solok mulai secara resmi dibuka pada tanggal 21 Desember 1970 di Kantor Balaikota Solok dan mulai saat itu Pemerintah Kotamadya Solok secara bertahap melaksanakan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, bagi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan. Wilayah Kota Solok berasal dari salah satu wilayah adat yaitu Nagari Solok berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1966, ditambah Jorong Laing dari bagian Nagari Guguk Sarai di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Solok.

Dalam usaha penyempurnaan dan kelancaran pelayanan publik di Pemerintahan Daerah Tk. II Kotamadya Solok, maka dikeluarkanlah Surat Keputusan Nomor 21/Desth/Wako/71 tanggal 10 Maret 1971 tentang Pembentukan 13 Resort Administrasi yaitu :

Resort Tanah Garam
Resort Enam Suku
Resort Sinapa Piliang
Resort IX Korong
Resort Kampai Tabu Karambie (KTK)
Resort Aro IV Korong
Resort Simpang Rumbio
Resort Koto Panjang
Resort PasarPandanAir Mati
Resort Laing
Resort Tanjung Paku
Resort Nan Balimo
Resort Kampung Jawa

Arti Lambang Daerah

Berdasarkan pasal 3 dan pasal 4 peraturan daerah kota solok no 6 tahun 2003 tentang lambang daerah kota solok , terdiri dari :

PERISAI PERSEGI LIMA, warna dasar kuning dan merah letaknya tegak dan sama besar, melambangkan Pancasila sebagai falsafah hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia
QUBAH MESJID DAN PAYUNG ADAT, warna kuning emas, melambangkan kehidupan masyarakat beragama yang memegang adat
TANGKAI PAYUNG, warna hitam melambangkan keteguhan
DUA TANGKAI PADI, warna kuning mencerminkan khas daerah
JUMLAH ENAM BELAS BUTIR PADI disebelah kanan dan DUA BELAS BUTIR PADIdisebelah kiri serta TUJUH PULUH HELAI JUMBAI pada payung adat, melambangkan bahwa peresmian kota Solok pada tanggal 16-12-1970.

LUBUAK NAN TIGO (LUBUAK SIMAUNG, LUBUAK SIPUNAI, LUBUAK SIKARAH) warna biru muda yang melambangkan satu kesatuan mufakat, LUBUAK SIKARAH merupakan unsur utamanya.

SUNGAI, warna biru muda melambangkan tenaga dan dinamika
CARANO, warna biru muda melambangkan sifat keramahan, terbuka dan memuliakan tamu.

Slogan “LUBUK SIKARAH” dengan huruf berwarna hitam melambangkan tempat “SIKARAH” untuk memperoleh kata sepakat sesuai dengan kehidupan demokrasi yang dimiliki masyarakat. (***)

Editor:Calva
Sumber:Solokkota.go.id
Kategori:Kota Solok, GoNews Group, Pemerintahan, Umum

wwwwww