Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
19 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
2
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
12 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
9 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
GoNews Group
19 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
5
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Politik
19 jam yang lalu
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
6
Minta Temuan Kementan Tidak Diejek, Fahri Hamzah: Kasih Kesempatan Diteliti dan Diuji Dulu
GoNews Group
18 jam yang lalu
Minta Temuan Kementan Tidak Diejek, Fahri Hamzah: Kasih Kesempatan Diteliti dan Diuji Dulu
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ini Dua Perusahaan di Aceh Tamiang, Karyawannya Belum Terdaftar di BPJS

Ini Dua Perusahaan di Aceh Tamiang, Karyawannya Belum Terdaftar di BPJS
Ilustrasi
Sabtu, 30 April 2016 17:32 WIB
Penulis: Suparmin
ACEH TAMIANG - Sebanyak dua perusahaan perkebunan di Kabupaten Aceh Tamiang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai jaminan kesehatan terhadap karyawan serta anggota keluarga tanggungan.

Kepala layanan operasional BPJS kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Sri Mahfuzi, Sabtu (30/4/2016) dikonfirmasi GoAceh.co menyatakan dua perusahaan yang karyawannya belum menjadi peserta BPJS kesehatan dimaksud yakni PT PD Pati Kebun Tiara dan PT Bahroeni Kebun Rimba Sawang.

"Kewajiban menjadi peserta BPJS kesehatan ini mencakup bagi seluruh penduduk Indonesia. Dan ini mengacu berdasarkan Undang undang nomor 40 tahun 2004 tentang JSN serta PP dan Perpres," sebut Sri Mahfuzi.

Sri Mahfuzi memaparkan wajib peserta BPJS Kesehatan tersebut mengacu kepada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 111 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan perubahan atas Perpres nomor 12 tahun 2013.

Sedangkan acuan yang lain kata Sri Mafuzi yaitu PP Nomor 86 Tahun 2013 yang isinya tentang tatacara pengenaan sanksi administratif kepada pemberi kerja selain penyelenggara negara dan setiap orang selain pemberi kerja serta pekerja dan penerima bantuan umum dalam penyelenggara jaminan sosial.

"Sanksi tegas akan diberikan kepada perusahaan yang tidak mau mengikutsertakan karyawannya menjadi peserta BPJS kesehatan yaitu pemerintah tidak akan memperpanjang perizinannya saat mengurus perpanjangan izin," jelas Sri Mahfuzi.

Sambungnya, BPJS sudah pernah melakukan sosialisasi ke PT Bahroeni, namun hinga kini belum mendaftrakan juga karyawannya ke BPJS. "Setau saya PT Bahroeni sudah pernah dikunjungi, tapi sampai sekarang mereka belum menggerakkan karyawannya untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan," ungkap Sri Mahfuzi. (par)

Editor : Mustafa Kamal Usandi
Kategori : GoNews Group, Pemerintahan, Ekonomi

Loading...
www www