Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kembangkan Wisata Ecoturism, Pemko Pariaman Intensifkan Upaya Konservasi Penyu Langka dan Hutan Bakau

Kembangkan Wisata Ecoturism, Pemko Pariaman Intensifkan Upaya Konservasi Penyu Langka dan Hutan Bakau
General Services Officer Perwakilan Kedubes AS Jakarta, Mr. Lawrence P. Lane, lepas Tukik saat berkunjung ke UPT Konservasi Penyu Pariaman bersama Wawako Genius Umar. (Humas)
Sabtu, 23 April 2016 09:42 WIB

PARIAMAN - Pengembangan pariwisata di Kota Pariaman, Sumbar dilakukan dalam skala prioritas yang bisa membuat kalangan turis mendapat pengalaman berharga ketika berada di Kota Tabuik itu. Selain konsen dengan wisata budaya dengan tradisi Tabuik Piaman, Kota Pariaman juga melakukan terobosan ecoturism (wisata lingkungan hidup).

Bahkan, Pemerintah Amerika Serikat mengapresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang komit terhadap pelestarian lingkungan, dengan telah melestarikan habitat Penyu yang mulai langka di dunia dan menjaga ekosistem hutan mangrove yang ada disana, sehingga suasana ini dapat menjadi market bagi wisatawan asing yang akan berkunjung ke Kota Pariaman.

Apresiasi ini disampaikan General Services Officer Perwakilan Kedubes AS Jakarta, Mr. Lawrence P. Lane, saat berkunjung ke UPT Konservasi Penyu yang berada di Desa Apar, penghujung tahun lalu.

Mr. Lawrence P. Lane juga menambahkan akan keindahan pantai dan pulau-pulau yang terpampang di barisan pantai pariaman. Ditambah lagi dengan penghijauan yang ada dengan tanaman cemara laut yang semakin membuat asri dan rindang setiap pantai yang ada di Kota Pariaman. Selain merasa takjub dengan keindahan yang tersaji di matannya, dia juga merasa salut dengan apa yang telah di lakukan Pemerintah Kota Pariaman dengan melibatkan kaum muda dalam menjaga kelestarian lingkungan yang ada di Kota Pariaman, dan pengalaman melepas penyu ke laut lepas, akan menjadi kenangan tersendiri bagi saya, ucapnya.

Ads

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan Kota Pariaman telah dikaruniai akan keindahan pantai, pulau dan isi laut yang terkandung di dalamnya. Kita harus bersyukur dan menjaga kelestarian dari alam yang diciptakan oleh yang maha kuasa tersebut. Salah satu cara melestarikan lingkungan dengan tetap mengacu pada Visi Kota Pariaman untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai Kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif yang berwawasan lingkungan, budaya dan agama, yaitu dengan membuat konsep Ecotourism (wisata berbasis lingkungan).

Saat ini di Konservasi Penyu yang ada di Kota Pariaman telah membudidayakan masrayakat untuk menukarkan telur penyu yang mereka temui untuk diantar ke konservasi penyu untuk dilestarikan dan dikembalikan ke habitatnya. Ada 3 jenis penyu yang hampir punah yang ada di tempat ini, seperti penyu lekang, penyu sisik dan penyu hijau. Selain penyu, Kota Pariaman juga mempunyai hutan mangrove alami yang terdapat di kawasan konservasi ini, dan Pemko Pariaman berupaya untuk tetap merawat dan melestarikan hutan mangrove ini dengan menambah penanaman mangrove di sekitar tempat ini agar semakin asri dan terjaga, tukasnya.

“Dengan konsep Ecotourism yang kita terapkan, diharapkan peran semua stakeholder untuk terus melakukan kreasi dan inovasi yang dapat menunjang konsep ecotourism ini. Kita juga mempunyai pemandangan alam bawah laut yang tidak kalah dengan kota lain, dan terus menjaga ekosistem terumbu karang yang ada di pulau dengan mengadakan transplantasi dan fish apartement. Dengan upaya ini diharapkan terumbu karang yang terdapat di Kota Pariaman akan terus terjaga dan ikan-ikan yang adapun dapat semakin bertambah, sehingga akan semakin indahlah wisata bahari kita, maka Snorekeling maupun Diving yang akan wisatawan jalani menjadi kesan tersendiri bagi mereka”, ujarnya.

Kepala UPT Konservasi Penyu kota Pariaman Cithra Aditur Bahari bersama rekan-rekan di konservasi menjelaskan tentang kegiatan apa saja yang telah mereka lakukan untuk menjaga kelestarian penyu yang ada di Kota Pariaman. Kawasan konservasi ini juga telah banyak didatangi, baik oleh para peneliti baik lokal maupun internasional seperti National Geographic, peneliti dari jepang, korea, irlandia, jerman dan belanda. Belum lagi study magang mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berkunjung ke konservasi penyu Kota Pariaman ini setiap tahunnya semakin meningkat, sehingga kawasan konservasi penyu kota pariaman semakin dikenal masyarakat luas dan mancanegara, terangnya dilansir dari pariamankota.go.id, Sabtu (23/4/2016). (***)

Editor:Calva
Sumber:Pariamankota.go.id
Kategori:Pariaman, GoNews Group, Ekonomi
wwwwww