Home  /  Berita  /  Hukum

Berlayar Sampai ke Nias, Dua Nelayan Air Bangis Nyaris Tewas Ditusuk Seorang Pemuda

Berlayar Sampai ke Nias, Dua Nelayan Air Bangis Nyaris Tewas Ditusuk Seorang Pemuda
Salah satu korban nelayan Air Bangis dirawat di rumah sakit. (Humas)
Jum'at, 22 April 2016 11:00 WIB

PASAMAN BARAT - Dua nelayan Air Bangis, Pasaman Barat mengalami nasib naas ketika berlayar mencari nafah hingga ke Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Fajar dan Febi, dua nelayan asal  Air Bangis, keca­matan Sungai Beremas, Pasaman Barat mengalami luka berat akibat terkena serang­an benda tajam saat beristirahat di Pulau Pinia, Kepulauan Nias Sumut. Salah satu korban tersebut saat ini dirawat intensif di RSUD Pasbar dan yang satu lagi dirawat di Puskesmas Air Bangis.

Fajar, salah satu korban sebagaimana dilansir pasamanbarat.go.di, Jumat (22/4) mengatakan, Kejadian naas tersebut bermula pada Rabu malam (20/4). Saat itu ia dan Febi sedang be­ris­ti­rahat di Pulau Pinia di se­ki­tar wilayah kepulauan Nias Sumatera Utara. “Tapi entah apa sebab salah se­orang war­ga sekitar yang diketahui bernama Ra­m­lan menga­muk dan me­n­yerang kami dengan benda tajam,” katanya.

Melihat kejadian ter­se­but sejumlah warga sekitar termasuk keluarga pelaku berupaya menenangkan. Na­mun naas kami tetap men­jadi korban amukan pemuda yang terkenal cu­kup nakal tersebut,”lanjutnya.

Akibat kejadian ter­se­but, Feby mengalami luka dibagian kepala dan tangan akibat benda tajam dan dirawat di puskesmas. se­men­tara fajar harus dilari­kan ke RSUD Pasbar ka­rena mengalami luka serius di bagian leher.

Saat ini kondisi korban sudah mulai membaik, kor­ban yang dirawat di Pus­ke­mas Air Bangis sudah sadar dan bisa diajak ber­ko­muni­kasi. sementara fajar mes­kipun sudah sadar masih harus mendapatkan tranfusi darah akibat kehilangan banyak darah saat dilarikan dari tempat kejadian menuju rumah sakit yang memakan jarak tempuh sekitar lima jam lebih.

Ia berharap, pihak ke­po­lisian agar segera men­cari­kan solusi akibat keja­dian ini, dengan tujuan me­ng­­­hindari keributan la­n­ju­tan yang bisa saja terjadi. Sementara untuk proses hukum ia menyerahkan se­penuhnya kepada bos me­reka yang membawa mereka bekerja. (humas)

Editor:Calva
Sumber:Pasamanbarakab.go.id
Kategori:Hukum, GoNews Group, Pasaman Barat, Rantau
wwwwww