Pegawai Diminta Disiplin dan Ikuti Rapat Kerja

Ferizal : "Semut Saja, Dalam Berbaris, Mereka Tertib”!

Ferizal : Semut Saja, Dalam Berbaris, Mereka Tertib”!
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Feriza; Ridwan.(f/tri)
Jum'at, 15 April 2016 21:40 WIB
Penulis: Tri Nanda
LIMAPULUH KOTA--Wakil Bupati Limapuluh Kota terus menyoroti persoalan budaya kerja pegawai serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan birokrasi pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam kegiatan apel bersama ratusan ASN, honorer dan PTT, Jumat (15/4) pagi, Ferizal lagi-lagi mengingatkan agar seluruh aparatur dapat menjaga sikap disiplin.

Ferizal juga menuntut, para kepala SKPD terus aktif membangun komunikasi dengan bawahan serta Bupati, Wabup dan Sekretaris Daerah. Setiap kegiatan apel pagi, Sat Pol PP juga diintruksikan, mengecek langsung setiap barisan anggota apel, sesuai absen yang diisi, untuk kemudian baru dilaporkan kepada pemimpin apel. Begitu pula terhadap absen harian, baik PNS, honorer maupun PTT.

"Sebab, akan menjadi konyol bagi seorang pemimpin jika langsung mengaminkan saja setiap apa saja yang dilaporkan oleh anak buahnya, tanpa melakukan kroschek terlebih dahulu," sebut pria yang akrab disapa Buya Feri ini.

Para PNS juga diminta tidak lagi bermalas-malasan bekerja karena dibantu oleh tenaga honorer dan PTT. Saat ini, katanya, yang sering terjadi, para PNS karena mereka sudah punya SK dan wewenang jabatan, lantas berpangku tangan karena ada honorer dan PTT yang membantu bekerja. "Jangan begitu. Ini hanya  kerangka berfikir saja sebenarnya, tapi harus terus menjadi evaluasi rutin kita," sebutnya.

Wabup lagi lagi mengingatkan, soal dinamika kepemimpinan dan sistem komunikasi dalam bekerja. Jika komunikasi antara pimpinan dan bawahan tidak terbangun, maka akan berpengaruh terhadap keberhasilan kerja. Dia menganalogikan, sebuah sistem kepemimpinan kepada semut.
"Semut saja, dalam berbaris mereka tertib, karena saling mengontrol dan melapor," sindirnya.

Kamis (14/4) kemarin, Wabup menyoroti kinerja pegawai serta pejabat aktif di Dinas Pekerjaan Umum (PU), karena tidak pernah terlihat mengikuti rapat kerja. Di hadapan ratusan ASN, ia bahkan menyentil, bakal "menghilangkan" salah satu satuan perangkat kerja yakni Dinas PU jika diperlukan, andai satuan perangkat kerja tersebut tidak berfungsi secara maksimal.

"Saya rasa, beberapa hari ini kita kehilangan satu SKPD, yaitu Dinas PU. Kalau tak bisa berfungsi, ke depan akan lebih baik kita 'hilangkan' saja," sentilnya. 

Ferizal mengaku menyayangkan, sikap insdisipliner yang perlihatkan para pegawai maupun pejabat di Dinas PU, karena dapat membuat preseden buruk terhadap budaya kerja seluruh birokrasi. "Dalam pertemuan-pertemuan atau rapat kerja dengan kepala daerah maupun sekretatis daerah, pejabat Dinas PU kerap tidak tampak puncak hidungnya," tutur Ferizal.***


Loading...
www www