Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kelak RSUD Bukittinggi Rampung, Hj Yemmelia Gratiskan Biaya Berobat
Politik
23 jam yang lalu
Kelak RSUD Bukittinggi Rampung, Hj Yemmelia Gratiskan Biaya Berobat
2
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
Feature
11 jam yang lalu
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
3
Soal Jadwal TC Molor, Towel: PSSI Tidak Profesional Kelola Timnas
GoNews Group
22 jam yang lalu
Soal Jadwal TC Molor, Towel: PSSI Tidak Profesional Kelola Timnas
4
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
5
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
GoNews Group
12 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
6
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi
Wartawan-Disperindag Ikut Promosikan Produk IKM

Dari Kopi Kedelai Asal Simalanggang, Hingga Teh Berbahan Gambir

Dari Kopi Kedelai Asal Simalanggang, Hingga Teh Berbahan Gambir
Suasana Pembukaan Pekan Budaya di Kabupaten Lima Puluh Kota (humas)
Selasa, 12 April 2016 19:58 WIB
Penulis: Trinanda

LIMAPULUH KOTA--Alek nagari Pekan Budaya menjadi ajang promosi produk lokal milik IKM dan UMKM asal Limapuluh Kota. Beragam produk makanan yang diproduksi para pengusaha lokal dan asosiasi petani yang dipajang pada stand, menjadi daya tarik para pengunjung pekan budaya. Bahkan wartawan pun ikut mempromosikannya. 

Seperti produk kopi bubuk kemasan serta teh berbahan dasar gambir yang dipajang oleh Dinas Koperasi Perindutrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Sejumlah wartawan yang ikut memantau area stand pekan budaya, tampak begitu tertarik mencari tahu asal muasal produk asli industri lokal tersebut. 

"Saat ini seperti kita lihat, fenomena warung/kave penyedia minuman khas kopi tumbuh bak jamur, baik di Kota Payakumbuh, di Limapuluh Kota, hingga daerah lain. Jadi, tidak tertutup kemungkinan, industri kopi akan semakin laris di pasaran. Ini menjadi potensi bagi IKM maupun UMKM kita," kata Dodi Sastra, wartawan senior Luak Limopuluah di Sarilamak, Selasa (12/4).

Wartawan Harian Koran Padang ini, bahkan mengaku tertarik, mempromosikan produk IKM dan petani lokal tersebut di media cetak. Dalam stand Disperindag itu, sejumlah staf Disperindag berikut pelaku IKM tampak semangat memamerkan tiga varian kopi bubuk, yakni dalam bentuk kopi kedelai, kopi robusta dan kopi arabica. 

"Kopi bubuk ini baru kita produksi dalam jumlah kecil, karena terbatasnya peralatan. Bahan kopinya kita beli dari petani di Situjuah. Tapi, alhamdulillah, produk kita sudah teruji dan mempunyai sertifikat SNI. Kini sudah masuk dipasarkan di beberapa tempat perbelanjaan, seperti di Niagara dan Mega Prima Swalayan," kata Ifna Fani, seorang pelaku IKM asal Simalanggang. 

Ifna mengaku yakin, kopi bubuk yang diproduksinya, akan diterima pasar nasional karena kualitasnya yang terjaga. Namun, ia berharap, pemerintah daerah ikut membantu baik dari izin produksi, kemasan, pemasaran, maupun peralatan, agar dapat memproduksi dalam jumlah besar. "Kami berniat mencoba pemasarkan produk ini, ke luar daerah hingga ke luar negeri," tekadnya. 

Kasi Pembinaan dan Pengembangan IKM Diskoperindag, Amrinaldi, mengatakan, pemerintah terus berupaya mendorong pengembangan industri lokal. Kopi bubuk kemasan asal Simalanggang, merupakan salah satu produk lokal yang kini diberi pembinaan, termasuk mencarikan solusi untuk pasar produksinya. 

Selain kopi bubuk, di stand Diskoperindag, juga ada produk teh kemasan milik APEGI, serta bahan makanan olahan berbahan dasar gambir. Kini, harga komodity gambir yang menjadi andalan petani perkebunan di Limapuluh Kota semakin mengalami peningkatan. 

Kepada petani dan IKM, pihaknya mengaku terus menekankan soal kualitas produksi, disamping membentuk asosiasi pengelolaan mutu dan harga Gambir, dengan instansi terkait di Provinsi, Kemenperindag, serta BUMN. Saat ini, harga gambir terus meningkat di pasaran hingga mencapai angka Rp54 ribu/kilogram untuk gambir bermutu terbaik.

Khusus komodity gambir, lanjutnya, sesuai arahan dan visi-misi kepala daerah, Pemda Limapuluh Kota kini tengah merancang sebuah sistem pengelolaan gambir satu pintu. Diantaranya, mengupayakan pembuatan gudang penampungan induk, serta regulasi pemasaran dan ekpor gambir. "Prosesnya, kini terus berjalan. Muaranya, tentu buat kesejahteraan masyarakat dan petani Limapuluh Kota," imbuh Amrinaldi. ***

Editor : M.Siebert
Kategori : Ekonomi, GoNews Group, Limapuluh Kota

Loading...
www www