Home  /  Berita  /  Umum

Peran Bundo Kanduang Sangat Penting dalam Pelestarikan Adat dan Budaya Minangkabau

Peran Bundo Kanduang Sangat Penting dalam Pelestarikan Adat dan Budaya Minangkabau
Wawako Padang H. Emzalmi bersama para Bundo Kanduang Kota Padang. (Humas)
Jum'at, 01 April 2016 06:31 WIB

PADANG – Bundo Kanduang adalah sebuah organisasi yang terdiri dari kaum ibu yang diakui keberadaan dan peranannya di daerah Minangkabau. Untuk itu, organisasi yang berdampingan dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) ini, harus mampu melestarikan dan mewarisi nilai-nilai adat dan budaya minangkabau khususnya di Kota Padang.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Padang, H. Emzalmi, sewaktu membuka kegiatan pembekalan bagi Pengurus Bundo Kanduang kelurahan dan kecamatan se Kota Padang, yang bertempat di Gedung Genta Budaya Padang, Kamis (31/3/2016).

“Bundo Kanduang ibarat ibu yang sejati dan sekaligus pemimpin. Di dalam adat dan budaya minangkabau, ia harus memiliki sifat-sifat teladan dan senantiasa memberikan contoh yang baik khususnya bagi kalangan anak-anak dan lingkungannya,” sebut Wawako.

Wawako melanjutkan, ia berharap pembekalan tersebut memberikan penguatan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Bundo Kanduang yang ada di Kota Padang. Ini mengingat, Bundo Kanduang memiliki peran yang sangat sentral terutama bagi kalangan generasi muda agar tidak mudah terbawa arus pergaulan dan perbuatan yang negatif.

“Oleh karena itu, mari kita awasi anak-anak kita bagaimana pergaulannya, tutur katanya, cara berpakaian dan semua tindak-tanduknya. Semoga dalam hal ini para Bundo Kanduang akan memiliki persepsi dan tekad yang sama demi menjadikan masyarakat kita yang beradat, berbudaya dan beragama. Sesuai prinsip kita di minangkabau, adat basandi syara'-syara' basandi kitabullah,” tukasnya.

Sementara Ny Harneli Mahyeldi selaku Penasehat Bundo Kanduang Kota Padang mengatakan peran Bundo Kanduang sangatlah penting dalam memberikan contoh yang benar terkait pemahaman adat dan budaya di tengah-tengah masyarakat.

"Seperti bagi para pengurus Bundo Kanduang kita yang ada di kelurahan dan kecamatan, kita menginginkan agar mereka bisa mengontrol dan mengarahkan anak-anaknya, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Bagaimana agar bisa baik berpakaian, berbicara dan bersikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari," sebut Harneli.

Harneli menuturkan, semoga pembekalan kali ini, juga akan menjadikan Bundo Kanduang semakin dapat berperan aktif. Diantaranya menyelesaikan permasalahan adat dan budaya di tengah-tengah masyarakat.

“Contohnya seperti ada tetangga kita yang mengundang untuk acara baralek dengan memberikan gula-gula padahal dalam adat menganjurkan untuk itu menggunakan sirih. Jadi di sanalah peran Bundo Kanduang memberi tahunya, bahwa dalam adat tidak membenarkan hal demikian. Semoga kita senantiasa melestarikan dan menghidupkan adat dan budaya minangkabau. Kalau bukan kita yang melestarikannya siapa lagi," ujar istri Walikota Padang tersebut bersemangat.

Setelah itu Sekretaris Bundo Kanduang Kota Padang, Maiyulita menyebutkan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan penguatan bagi pengurus Bundo Kanduang yang ada di kelurahan dan kecamatan se Kota Padang. Selaku nara sumbernya didatangkan dari Perguruan Tinggi, Praktisi Adat dan Budaya, serta dari Lembaga adat atau agama.

"Jadi Bundo Kanduang saat ini bukan saja hanya terdaftar sebagai pengurus, tetapi harus mengetahui fungsi dan posisinya di tengah masyarakat. Untuk itu semoga para Bundo Kanduang bisa selalu tampil dan mengawal setiap yang berkenaan dengan masalah adat dan budaya. Kemudian juga mampu dalam mengembalikan pola kehidupan masyarakat yang sesuai dengan tatanan adat dan budaya minangkabau," jelasnya. (David/Bustam/Faisal)

Editor:Calva
Kategori:Umum, GoNews Group, Padang
wwwwww