Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR Berharap Pengiriman Daging Sapi Dari Brasil ke Indonesia Tak Melalui Australia

MPR Berharap Pengiriman Daging Sapi Dari Brasil ke Indonesia Tak Melalui Australia
Wakil Ketua MPR RI saat menerima Duta Besar Brazil. (Legislatif.co
Senin, 28 Maret 2016 17:17 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- MPR melalui Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, berharap agar pengiriman daging sapi dari Brazil harus langsung ke Indonesia dan tidak lagi melalui Australia.

Hal tersebut ia katakan saat menerima Duta Besar Brazil Ruben Antonio Correa Barbosa, Senin (28/03/2016) di Ruang Kerjanya.

Dalm pertemuan tersebut Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil. Dalam pertemuan tersebut, Oesman meminta agar hubungan ini terjalin erat apa lagi terkait perdagangan daging sapi. Pasalnya, kualitas daging sapi dari Brasil diakui didunia. Selain itu, dirinya juga meminta agar impor daging dari Brasil dikirim langsung ke Indonesia tanpa negara perantara.

"Kita harap, pengirimannya langsung Di Indonesia. Karena prosesnya kalau melewati negara lain, akan mahal," kata Oesman saat diwawancarai usai pertemuan.

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus menjaga kepercayaan yang diberikan negara lain. Jangan sampai terjadi ada bajingan-bajingan yang melakukan tekanan dengan membunuh harga sehingga rakyat tidak mampu membelinya.

"Itulah penyebab setiap Lebaran, Natal, tahun baru dan haru raya lainya daging naik," ujarnya.

Dengan keterbukaan dan hubungan langsung dengan Brasil, dirinya berharap, mudah-mudahan Kedubes Brasil dapat meyakinkan penjualnya dengan harga patokan standart yang dapat diterima rakyat Indonesia.

"Kan disitu bisa diukur selisi-selisi keuntungan. Sehingga dengan demikian, para broker yang menyakitkan rakyat bisa sadari itu," tegasnya.

Disinggung soal sanksi bagi para broker-broker tersebut, dirinya mengatakan, itu adalah tugas dari pada aparat melindungi konsumen untuk bisa menekan kejahatan ekonomi, karena harga yang diberikan tidak wajar.

"Kita sudah dengar sendiri harga pokok yang diberikan. Nah, mestinya yang dijual kepada rakyat tidak mahal," pungkasnya. ***

wwwwww