Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
13 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
22 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
4
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
9 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
5
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Peristiwa
22 jam yang lalu
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
6
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
13 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017

Waduh, Fadli Zon Sebut Ahok Sebagai Malin Kundang Bermulut Besar

Waduh, Fadli Zon Sebut Ahok Sebagai Malin Kundang Bermulut Besar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. (legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 18:05 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai politisi Malin Kundang.

"Bukan hanya kutu loncat. Kan kami yang membawa Ahok. Jadi jangan jadi politisi Malin Kundang," katanya di Gedung DPR Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Fadli mengingatkan kembali jasa Gerindra yang menghantar Ahok ke kursi DKI 1. Menurutnya, tanpa Gerindra Ahok tidak akan bisa menjadi wakil gubernur. "Ini seperti Malin Kundang Moderen saja, padahal dia tidak bisa menjadi wakil gubernur kalau tidak didukung oleh Gerindra," katanya.

Diketahui, Gerindra adalah partai yang membawa Ahok sebagai Wakil Gubernur berpasangan denga Joko Widodo kala Pilgub 2012. Setelah Jokowi terpilih jadi presiden, Ahok lantas naik jadi Gubernur.

Tapi sebelum pelantikan, Ahok mengambil langkah politik yang dianggap mengejutkan. Ahok memilih keluar dari Partai Gerindra yang mengusungnya, dengan alasan perbedaan visi.

Bukan hanya disebut Malin Kundang, Ahok juga dinilai sebagai manusia yang bermulut besar. "Saya lihat Ahok ini bermulut besar. Sama seperti si Mulut Besar Muhammad Ali. Ada buktinya Ahok ini mulut besar, kosong. Di Bangka Belitung dia kalah," ketusnya.

Bukan hanya itu, Ahok juga disebut pada dasarnya kalah di Jakarta. Karena saat menang pilkada, masyarakat sebetulnya memilih Jokowi.

"Awalnya juga Ahok ditolak banyak pihak. Termasuk Jokowi dan Megawati. Hingga akhirnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri," jelasnya.

Diketahui, hubungan Fadli-Ahok kembali memanas ketika Fadli keras bersuara soal dugaan Ahok di kasus RS Sumber Waras. Ahok menganggap sebagai pimpinan institusi perwakilan rakyat seharusnya Fadli lebih mengerti bagaimana bersikap soal menindaklanjuti kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS. Sumber Waras.

"Bukan ngakali saya, duel berdebat begini. Lama-lama dia kalah berdebat, ngajak saya, naik ke ring nih. Kalau naik ring saya jamin Fadli Zon KO sama saya," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/3/2016) yang lalu.

Yang lebih ektrim lagi, Fadli Zon juga menyebutkan, Jakarta saat ini tidak membutuhkan seorang yang bernama Ahok.

"Saya kira tudak butuh Ahok. Kita butuh orang yang bisa kerja. Yang mau membawa Jakarta kepada kebaikan. Bukan banyak bicara," ketusnya lagi.

Fadli memang mengakui Ahok juga membawa berbagai perbaikan di Jakarta. Tapi kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, merusak itu semua. Pasalnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri sudah melaporkan sejumlah indikasi korupsi dalam kasus ini.

"Masalahnya kalau ada kasus Sumber Waras masa kita diamkan. Masyarakat harus jeli. Harus yang bisa mengayomi semua lapisan masyarakat, harus ramah kepada semua warga, bukan hanya ramah dengan orang kaya," tegasnya. ***


Loading...
www www