Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
11 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
11 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
10 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
7 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
9 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Meski Putusan Jokowi Terlambat, Fadli Zon: Publik Harus Menilai Sisi Positifnya

Meski Putusan Jokowi Terlambat, Fadli Zon: Publik Harus Menilai Sisi Positifnya
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 17:52 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengakatakan putusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait nasib blok Masela, cenderung terlambat.

"Harusnya keputusan bisa segera. Sebelum ada kisruh. Dudukkan secara internal dikaji baik buruk lalu diambil keputusan sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak perlu kita dengar di muka publik," kata Fadli kepada Legislatif.co (GoNews Group) di Gedung DPR Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Di sisi lain, meski terlambat dan menyisahkan banyak pekerjaan rumah, Fadli menghimbau agar publik melihat sisi positif dari putusan yang diambil Jokowi itu.

"Kita lihat kelebihan dari keputusan itu bisa melibatkan masyarakat di sekitar lokasi dan kontraktor. Tapi masalahnya ada pekerjaan rumah terkait pembebasan tanah," ungkapnya.

Sebelumnya, setelah memicu konflik panjang dan perdebatan antar Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan proyek Blok Masela dibangun di darat atau onshore dengan mempertimbangkan berbagai masukan dan saran yang diberikan.

"Ini adalah sebuah proyek jangka panjang tidak hanya 10 tahun atau 15 tahun, tapi proyek sangat panjang yang menyangkut ratusan triliun rupiah, oleh sebab itu dari kalkulasi perhitungan, pertimbangan-pertimbangan yang sudah saya hitung kita putuskan dibangun di darat," kata Jokowi haru Rabu kemarin. ***


Loading...
www www