Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
10 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
19 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
4
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
6 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
5
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Peristiwa
19 jam yang lalu
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
6
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
10 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kelompok Santoso Masuk List Teroris Berbahaya di USA, Komisi III DPR: Kinerja Penegak Hukum Masih Buruk

Kelompok Santoso Masuk List Teroris Berbahaya di USA, Komisi III DPR: Kinerja Penegak Hukum Masih Buruk
Ilustrasi Densus 88. (net)
Kamis, 24 Maret 2016 18:12 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sosok Santoso, pemimpin kelompok bersenjata yang tengah bersembunyi di Poso, Sulawesi, telah dimasukan ke dalam daftar teroris berbahaya oleh Amerika Serikat (AS).

Hal ini mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa. Dia menilai masih berkeliarannya kelompok Santoso menunjukan buruknya sinergi para penegak hukum.

"Kesannya (kelompok Santoso) dipelihara. Seharusnya sejak dulu operasi gabungan. Kalau hanya Densus nanti mereka salah bunuh lagi," kata Desmond, Kamis (24/03/2016).

Menurut politikus Partai Gerindra ini, Densus 88 sendiri sudah punya kesan negatif di sebagian masyarakat. Karena itu katanya, tidak bisa hanya menitikberatkan operasi hanya pada Densus semata.

"Densus sudah jelek di mata masyarakat. Kalau hanya andalkan mereka saja kesannya egoisme sektoral. Harus libatkan semua agar tidak terkesan Santoso ini dipelihara," ujar Desmond.

Sementara itu, Ketua DPR RI Ade Komarudin atau Akom menilai wajar Santoso dimasukan ke daftar itu. Menurutnya aksi terorisme adalah ancaman untuk dunia internasional.

"Amerika mungkin sudah memandang itu tingkat berbahaya makanya dimasukkan ke daftar orang yang mengancam keamanan nasional," kata Akom. ***


Loading...
www www