Home  /  Berita  /  Hukum

Jajaran Polres Payakumbuh Kembali Menangkap Pelaku Kejahatan

Jajaran Polres Payakumbuh Kembali Menangkap Pelaku Kejahatan
Buser Polres Kota Payakumbuh tangkap pelaku hipnotis .
Selasa, 22 Maret 2016 21:48 WIB
Penulis: Nur Akmal

PAYAKUMBUH-Jajaran Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, kembali sukses menangkap pelaku kejahatan. Kali ini, berhasil menangkap 4 orang terduga komplotan pelaku hipnotis yang berasal dari luar daerah, di areal Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Ketapiang, Padang Pariaman, Senin (21/3) pagi.

Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani didampingi Wakapolres Kompol Yudhi dan Kasat Reskrim AKP Tendri Wardi, saat menggelar konfrensi pers, Senin (21/3) pukul 15.30 WIB di Mapolres Payakumbuh, mengatakan, mereka diciduk Tim Buser Polres Payakumbuh setelah keempat pelaku itu landing (mendarat) di Bandar Udara kebanggan rang Sumatera Barat itu, sekitar pukul 08.20 WIB, meereka naik pesawat Garuda dari Soekarno Hatta tujuan BIM.

 

Keempat pelaku itu berasal dari Jakarta dan Karawang, terdiri dari 3 orang pria dan satu perempuan. “Mereka, kita duga, terlibat dalam kasus penipuan sekaligus hipnotis yang terjadi di Payakumbuh, pada 17 Februari 2016 dengan kerugian Rp50 juta,”ujar Kapolres

 

Adapun identitas keempat pelaku, yakni “BRM” alias AL” alias “IWN” (42), yang beralamat di Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, “RDW” (42) yang beralamat di Tanah Tinggi Barat, Jakarta Pusat dan “HW” (42) asal Dusun Cibalado, Desa gintung Kerta, Kabupaten Kerawang, Jawa Barat.

 

Terakhir, juga diamankan seorang perempuan berinisial “BNL” (29) yang di kartu tanda penduduknya beralamat di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. “Sampai sore ini, keempat terduga pelaku masih diperiksa anggota kami,” papar Kapolres.

 

Ditambahkan Kasat Reskrim AKP Tendri Wardi, pengungkapan kasus dugaan penipuan dan hipnotis ini, berawal setelah pihaknya, menerima laporan pengaduan dari Maidarnis (56), warga Kota Payakumbuh yang mengaku kehilangan uang Rp50 juta lebih.

 

Kasus penipuan dengan cara guna-guna ini, didalami oleh polisi hingga akhirnya, diketahui jika pelaku penipuan tersebut merupakan sindikat hipnotis asal Jakarta. “Mereka, rutin datang ke Sumbar. Dalam sebulan, kakadng-kadang seminggu sekali,”beber Tendri Wardi.

 

Senin (21/3) pagi, polisi mendapat informasi, sindikat hipnotis tersebut hendak berangkat dari Jakarta menumpangi pesawat Garuda, dengan tujuan penerbangan BIM, Padang Pariaman. “Begitu turun dari pesawat dan tiba di pintu keluar, langsung kita cokok (tangkap,-red) dengan mendapakan alat bukti berupa rekaman,”ulasnya.

 

Atas dasar alat bukti rekaman tersebut, kasus ini dikembangkan secepatnya dengan awal mengetahui keberadaan mobil yang digunakan pelaku. Hingga akhirnya, didapat keterangan, mobil tersebut merupakan kendaraan rental yang bermarkas di Padang Pariaman.

“Begitu kami dalami, ternyata anggota menemukan pemilik usaha mobil rental tersebut. Kemudian, kami lakukan pelacakan dan diketahui, jika yang merental mobilnya saat kejadian pada 17 Februari, adalah tamu dari Jakarta. Jumlahnya 3 sampai empat orang,”sebut Kasatreskrim.

Tidak puas dengan data tersebut, akhirnya anggota Opsnal Satreskrim Polres Payakumbuh, terus menggali keterangan dari pengusaha mobil rental. Hingga akhirnya, pengusaha tersebut buka suara dan mengakui, sudah kenal cukup lama dengan terduga pelaku hipnotis yang memakan korban di Payakumbuh.

“Tapi, pemilik usaha mobil rental, tidak mengetahui, kalau bisnis pelanggannya, adalah pelaku hipnotis. Yang dia tahu, sekali sebulan, pelanggannya tersebut selalu tiba di BIM dari Jakarta,” ulas Kasat Reskrim lagi.

Singkat cerita, polisi mendapat kabar, jika rentang waktu Minggu (20/3) hingga Senin (21/3) pagi, pelanggannya yang sering merental mobil tersebut, akan tiba lagi di BIM. “Kemudian, setiap penerbangan yang landing, kami tunggui,” tambahnya.

Untuk membekuk pelaku, polisi dari Payakumbuh datang berjumlah 6 orang. Anggota kita perintahkan bergerak sejak Minggu malam. Pagi harinya, pelaku ditangkap setelah landing menggunakan pesawat jenis Garuda Indonesia.

Ketiga pelaku, ditangkap bersama teman wanitanya yang diduga masih jaringan yang sama, di pelataran parkir Bandara Internasional Minangkabau. “Kemudian, keempatnya langsung digiring ke Payakumbuh untuk penyelidikan lebih lanjut,”ulas Kasatreskrim.***

wwwwww