Loading...
Home >  Berita >  Ekonomi

Wako Hendri Arnis Bertindak Tegas, Sebentar Lagi Pasar Pusat Padang Panjang Dibangun

Wako Hendri Arnis Bertindak Tegas, Sebentar Lagi Pasar Pusat Padang Panjang Dibangun
Maket Pasar Pusat Padang Panjang. (humas)
Minggu, 13 Maret 2016 09:49 WIB
Penulis: Calva

PADANG PANJANG - Seputar pembangunan Pasar Pusat Padang Panjang Walikota H. Hendri Arnis, BSBA sejak awal sudah bertindak tegas. Bulan Maret tahun 2015 lampau, pedagang kuliner yang menempati Jalan Imam Bonjol sudah diminta pindah ke areal lapangan kantin.

Selanjutnya akhir tahun 2015 Tempat Penampungan Sementara (TPS) sudah dibangun di Jalan Imam Bonjol dan sekitarnya. Kini sebagian pedagang sudah pindah ke TPS itu. Walikota sejak awal Februari sudah menyarankan supaya TPS segera diisi.

Selangkah lagi, wacana Pemerintah Kota Padang Panjang untuk merealisasikan pembangunan pasar di kota setempat, bakal terwujud. Pasalnya, mekanisme lelang pembangunan pasar ini sedang dilangsungkan.

"Bila nanti pemenang lelang sudah jelas, maka peLetakan batupertama akan dilakukan," kata Walikota Hendri Arnis melalui Kabag Humas Setdako Ampera Salim, kepada GoSumbar, Sabtu (12/3/2016)..

Sejumlah tahapan untuk pembangunan pasar, telah direalisasikan, saat ini izin Amdal yang dikeluarkan oleh Bapedalda Provinsi Sumatera Barat sudah dikantongo. "Kita mohon dukungan dari masyarakat, sehingga rencana besar kita ini bisa diwujudkan,” katanya.

Dikatakan, dalam menangani masalah pasar, Wako mengibaratkan sama dengan menangani penyakit kronis yang sudah sulit untuk disembuhkan. Apalagi, sejak memimpin di Kota Padang Panjang, dirinya kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi pasar yang sebenarnya.

“Alhamdulilah, berkat kerja keras seluruh tim yang terlibat, permasalahan ini bisa diselesaikan satu persatu. Sehingga, dalam rentang waktu dua tahun, kita sudah bisa mengambil kesimpulan apa yang harus dilakukan untuk membangun pasar yang telah terbengkalai pembangunannya sejak 7 tahun silam,” sebut Hendri Arnis suatu kali.

Dijelaskannya, adanya gonjang-ganjing tentang status hukum Pasar Padang Panjang dan sertifikat tanah di kawasan Pasar Padang Panjang yang masih dipegang oleh investor lama, dibantah tegas oleh Hendri Arnis. Dirinya menyebutkan, tidak mungkin sertifikat milik negara dipegang oleh orang lain dan mustahil juga, jika barang milik negara bisa digunakan sebagai agunan.

“Kita juga minta kepada masyarakat untuk bersabar, menunggu tahapan proses pembangunan pasar. Dimana, kondisi pasar saat ini memang sudah tidak nyaman dan menjadi keluhan masyarakat, apalagi cukup banyak pengaduan yang masuk ke saya. Ada yang mengatakan kalau pasar sudah sembraut, becek dan pedagang juga mengalami penurunan omset,” sebut mantan Wakil Bupati Tanahdatar itu.

Hendri Arnis juga meminta kepada seluruh masyarakat, untuk tidak terpengaruh terhadap berbagai isu yang bisa menghalangi proses pembangunan Pasar Padang Panjang, karena sudah lama proses pembangunan pasar ini terkatung-katung dan berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Kita menyadari pasar adalah pusat perekonomian masyarakat dan kita mengupayakan agar pembangunan ini terealisasi. Sehingga, jika tidak ada halangan dalam proses pembangunan ini, April mendatang sudah bisa direalisasikan setelah selesainya proses tender,” ungkapnya.

Ditambahkan, tentang isu sertifikat pasar yang berada di tangan orang lain(investor-red), sertifikat Hak Pengelola yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Padang Panjang yang dikeluarkan pada tahun 2010 silam, sampai saat ini masih dalam pengusaan pemerintah daerah.

“Saat ini, proses pembangunan kios penampungan dan pembuatan market bangunan pasar telah selesai, kita saat ini dalam tahap menunggu pemenang tender, proses lelang pembangunan yang kita anggarkan melalui tahun jamak,” sebutnya.

Diakuinya, untuk tahap pelelangan pertama akan dilakukan proses pembangunan dengan anggaran Rp.70 miliar dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, dengan total anggaran Rp.120 miliar.

“Karena kita menganggarkan dengan program multiyear, jika pemenang lelang sanggup menyelesaikannya lebih cepat dari yang kita rencanakan, maka akan lebih baik, tergantung dari kesanggupan pemenang lelang,” katanya. (***)


Loading...
www www