Home  /  Berita  /  GoNews Group

Waduh, Komandan Pamdal DPR Hina Wartawan dengan Sebutan Gembel

Waduh, Komandan Pamdal DPR Hina Wartawan dengan Sebutan Gembel
Ilustrasi Pamdal DPR. (net)
Selasa, 08 Maret 2016 00:09 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Beberapa bulan terkahir para pewarta baik media cetak, online maupun televisi di Gedung DPR RI tak punya tempat untuk bekerja karena press room atau balai wartawan sedang dalam proses renovasi. Namun sejumlah pewarta tetap melakukan pekerjaanya meskipun harus rela lesehan di beberapa titik di Gedung Nusantara III DPR RI.

Namun hal ini juga menjadi sorotan pihak keamanan gedung, dimana Komandan Pasukan Pengamanan Dalam (Pamdal) yang baru, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Herry Ardyanto menganggap para wartawan menggangu pemandangan dan dianggap sebagai gembel.

"Wartawan ini kayak gembel saja, duduk-duduk di lantai, enggak pantas," kata Herry didepan para wartawan yang kebutan rata rata adalah fotografer, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2016). 

Tak mempedulikan penjelasan tentang belum selesainya proses renovasi press room, Herry yang merupakan Komandan Pamdal pertama dari institusi kepolisian itu malah mengeluarkan umpatan lebih kasar dalam bahasa Jawa, seperti jancuk.

Herry yang belum lama dilantik ini bahkan menyebut posisi press room mengganggu aktivitas pimpinan DPR karena terlalu dekat dengan lobi gedung yang menjadi jalan keluar masuk para petinggi di parlemen itu. 

"Enggak pantas dilihat orang luar kalau banyak yang duduk-duduk di sini," katanya. 

Untunglah hal tersebut tak berlangsung lama karena para wartawan memilih menjauh dan meninggalkan Herry bersama ajudan.

Atas kejadian ini para wartawan yang bertugas di DPR merasa terhina dan tak terima dengan perlakuan Komandan tersebut. "Di Gedung KPK wartawan juga lesehan tak masalah, yang penting profesional, tidak mengganggu. Apalagi kondisinya memang sedang ada renovasi, jadi kami harus duduk dimana," ungkap Ade salah satu wartawan media online nasional.

Menurutnya, sikap Komandan Pamdal tersebut sudah melecehkan dan terkesan arogan. "Kan bisa ngomong baik-baik. Kita juga mau pindah asal disediakan tempat, jangan main hina gini dong, pokoknya dia harus minta maaf," pungkasnya. ***

wwwwww