Loading...
Home >  Berita >  Umum

Kemarau Tiba 'Yellow Flag' di Duri Naik

Kemarau Tiba Yellow Flag di Duri Naik
Kebakaran lahan di Jalan Rangau tepat dibawah power line PT Chevron Pasifik Indonesia Duri
Sabtu, 05 Maret 2016 15:18 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Fenomena kabut asap di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau tidak pernah absen setiap tahun. Ketika memasuki musim kemarau, maka kebakaran lahan pun tidak dapat terelakan. Otomatis kabut asap mulai mengintai atmosfir kota Duri dan sekitarnya.

Kalau di kota Duri Kecamatan Mandau, meskipun Pemerintah Kecamatan tidak memiliki Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), namun masyarakatnya tetap akan mengetahui kondisi level kabut asap untuk daerah Duri dan sekitarnya. Dari mana masyarakat bisa tau, cukup hanya dengan bendera yang berkibar disejumlah Gate Chevron Duri dan komplek Chevron Duri.

"Kalau sudah masuk kemarau gini, pertama yellow flag berkibar. Itu tandanya kami pun harus siap-siap gunakan masker dan kurangi aktivitas diluar rumah. Tujuannya adalah untuk kesehatan juga, setelah itu red flag yang artinya kondisi cuaca sangat berbahaya," kata Liza, istri pegawai Chevron Duri kepada Goriau.com, karena sudah mulai khawatir dengan naiknya bendera kuning (Yellow Flag) di komplek Chevron Duri, Sabtu (5/3/2016).

Dari pantauan Goriau.com, cuaca panas yang sangat ekstrem membuat sejumlah lahan kosong yang penuh semak belukar terbakar. Khusus lahan penuh semak belukar disepanjang Jalan Rangau atau tepat dibawah power line PT Chevron Pasifik Indonesia, Duri Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, hampir setiap hari terbakar.

"Semoga tahun ini bencana kabut asap tidak terjadi lagi seperti tahun lalu dengan catatan bencana kabut asap terlama sepanjang sejarah, untuk wilayah Riau dan sekitarnya. Sebab pemerintah bersama pihak kepolisian sudah melakukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan yang luas,"tutup Liza yang berharap bendera yang semula hijau tidak berubah menjadi kuning atau pun merah.***

Kategori : Umum, GoNews Group

Loading...
www www