Home  /  Berita  /  GoNews Group

Nizar Zahro: Kemenhub Harus Mengalihkan Izin Kapal Penyeberangan Ujung-Kemal ke Daerah Lain

Nizar Zahro: Kemenhub Harus Mengalihkan Izin Kapal Penyeberangan Ujung-Kemal ke Daerah Lain
Anggota DPR RI, Fraksi Gerindra Moh. Nizar Zahro.
Rabu, 02 Maret 2016 21:48 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Penurunan tariff tol jembatan Suramadu bagi semua jenis kendaraan bermotor diprediksi bakal membawa dampak negatif bagi usaha kapal penyeberangan Ujung-Kamal. Pasalnya, masyarakat yang selama ini masih memanfaatkan jalur perhubungan laut praktis akan beralih ke darat melalui jembatan Suramadu.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi Gerindra Moh Nizar Zahro kepada Legislatif.co (GoNews Group), Rabu (02/03/2016) di Jakarta.

"Yang jelas dampaknya mereka akan menggunakan jembatan, patinya ya karena dampak penurunan tarif Tol Suramadu dan gratisnya roda dua," terangnya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Nizar berencana akan meyampaikan usulan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Perhubungan melalui Dirjen Kementrian Perhubungan Darat, supaya mengalihkan izin kapal penyeberangan Ujung-Kamal ke daerah lain atau mengubah lintas komersial, menjadi lintas pelayanan.

"Tujuannya, supaya ada subsidi dari pemerintah untuk para operator kapal tersebut. Mungkin kalau menjadi lintas pelayanan, maka kapal-kapal itu tidak hanya melayani penyeberangan Ujung-Kamal. Mereka bisa berekspansi dengan membuka rute baru, misalnya, dengan membuka pelayaran wisata di sekitar kaki Suramadu sampai Pantai Kenjeran surabaya atau pantai Rongkang Kwanyar," tambahnya.

Menurut Nizar, yang lbih penting lagi, akan ada subsidi untuk kapal rute itu. Pertimbangan lainnya, kata dia, ke depan kawasan kaki Jembatan Suramadu akan dibangun obyek wisata laut. Ada 300 hektare yang disiapkan untuk kawasan wisata di sana.

"Harapan saya ini bisa dimanfaatkan oleh para operator kapal Ujung-Kamal, sehingga mereka tidak merugi karena hanya bergantung dari jasa penyeberangan. Seingat saya, dulu rute lintas Tanjung Perak -Kamal ini menjadi penyeberangan tersibuk di dunia, namun begitu Suramadu ada, situasinya berbalik. Bahkan, saat ini seluruh operator di sana mengancam mengundurkan diri, ini yang saya khawatirkan," tukasnya.

Nizar juga memberikan saran, agar tidak menutup akses penyeberangan Ujung-Kamal walaupun situasinya sepi. Alasannya, menurut Nizar, akses penyeberangan Ujung-Kamal masih diharapkan menjadi jalur alternatif, jika jembatan Suramadu tidak bisa dilewati.

“Kalau bisa diubah, maka operator tidak jadi mengundurkan diri. Sebab, kerugian mereka bisa ditutupi oleh subsidi. Besaran subsidi sendiri bervariasi, bergantung load faktornya, nanti akan dibahas bersama operator, kita juga ingin tahu berapa rata-rata penumpungnya, biaya operasionalnya dan nanti kekuranganya akan ditutupi dari subsidi," pungkasnya. ***

wwwwww