Home  /  Berita  /  GoNews Group
Wonderful Indonesia 2016

Iven Natas Travel Fair 2016, Kemenpar Garap Pasar Singapura

Iven Natas Travel Fair 2016, Kemenpar Garap Pasar Singapura
Suasana Natas Fair 2016. (net)
Rabu, 02 Maret 2016 13:56 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Singapura masih menjadi tambang pasar terbesar bagi pariwisata Indonesia. Potensi marketnya tiga juta lebih, dari sekitar 1,5 juta ekspatriat, 3,5 juta Singaporean dan 15 juta wisatan di Negeri Singa Putih itu.

"Karena itu Kemenpar selalu all out menggarap pasar Singapore," kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana mengatakan, berbagai daya upaya dan olah kreasi untuk promosi serta penjualan agresif dilakukan Kementerian Pariwisata setiap tahunnya.

Salah satunya dengan mengikuti bursa NATAS Travel Fair di Singapore Expo Hall, 4-6 Maret 2016. "Singapura punya pasar wisatawan yang besar. Karenanya NATAS Travel Fair sangat pas bagi Indonesia untuk tampil ikut serta,” papar I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani, Rabu (02/03/2016).

Misi Pitana jelas, Indonesia ingin mengenalkan lebih luas destinasi-destinasi yang menarik. Setidaknya ada 10 destinasi wisata prioritas 2016. Ada Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Dan soal atraksi yang beragam ini, Pitana tak merasa khawatir. Letak geografis Singapura-Indonesia berdekatan. Waktu terbangnya tidak lama. Akses pintu masuknya pun banyak, termasuk via pelabuhan di Batam-Bintan. Belum lagi keunggulan kompetitif dan komparatif dari atraksi yang dimiliki Indonesia, dengan alam dan budayanya.

“Targetnya menarik wisatawan-wisatawan usia muda dengan destinasi petualangan yang cukup banyak di Indonesia. Target tahun ini wisatawan Singapura sebesar 2 juta orang. Sementara di 2015 target tercapai sebesar 1,5 juta wisatawan. Rata-rata perjalanan wisata empat kali dalam setahun dengan kunjungan singkat 2-4 hari,” timpal Rizki Handayani.

Seperti Menpar Arief Yahya, Rizki juga ingin menempatkan Singapura sebagai hub, yang menjadi koneksi di berbagai negara di Asia. Faktanya, Singapore adalah negara hub, tempat jutaan orang transit setiap tahun. Limpahan pengunjung dari Singapore itu bisa melebar, dan itu bukan hanya warga negara Singapura.

Wanita berkerudung itu pun akan all out di Singapura nanti. Sebanyak 15 industri pariwisata Indonesia ikut diboyong ke Negeri Singa Putih itu. Enam travel agent dan travel tour Singapore juga ikut dilibatkan.

Dari paparan Kiki, Kemenpar sengaja mengajak travel agent dan travel tour lokal Singapore untuk turut menjual paket wisata ke Indonesia. Sehingga pengunjung bisa langsung membeli paket wisata Indonesia di pameran. “Sekarang terjadi pergeseran yang semula wisatawan membeli paket tour sekarang mulai beralih ke individual traveler. Jadi travel agent dan travel tour lokal Singapore ikut dilibatkan,” terang Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani. (*/dnl)

wwwwww