Loading...

Walikota Hendri Arnis: Parkir dan Transportasi di Padang Panjang Teratur

Walikota Hendri Arnis: Parkir dan Transportasi di Padang Panjang  Teratur
Kantor Walikota Padang Panjang dengan arsitek bagonjong. (Humas)
Minggu, 28 Februari 2016 07:29 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Walikota Padang Panjang Hendri Arnis klarifikasi soal keluhan parkir di Kota Padang Panjang. Keluhan ini sendiri ditulis sebuah media cetak daerah Sumatera Barat. Walikota Padang Panjang H.Hendri Arnis, BSBA melalui kepala bagian Humas Setdako Ampera Salim memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut.

Dalam berita yang dimuat dengan judul “Terlalu banyak larangan: Parkir Masalah Serius di Padang Panjang” pada hari Sabtu (27/2/2016). Disebutkan bahwa jalan M.Yamin dan Sukarno Hatta (Yarsi – Bukit Surungan) yang biasanya digunakan sebagai area parkir sekarang tidak diperbolehkan lagi.
Menurut walikota, hal ini justru sebenarnya telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Mengingat kedua jalan tersebut adalah jalan protokol dengan luas jalan yang terbatas, sehingga jika digunakan sebagai area parkir, akan membahayakan pengguna jalan lain dan kendaraan yang parkir itu sendiri.
“Kedua jalan tersebut memiliki lebar ruas jalan tidak lebih dari 8 meter di titik terlebarnya. Sehingga jika digunakan sebagai area parkir akan sangat membahayakan dan menjadi sumber kemacetan mengingat tingginya arus lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut” terang Hendri Arnis melalui Kadishubkominfo I Putu Venda.
Selain itu jelasnya, parkir di ruas jalan utama juga akan membuat kota terlihat semwarut dan tidak teratur, karena itu sudah sejak lama di sana dipasang rambu larangan parkir, dan belakangan ditambah dengan road barrier karena masih ada juga pengemudi yang parkir di sana walau sudah dilarang.
Terkait dengan susahnya akses parkir para pengunjung ke kota Padang Panjang, sebagaimana disebutkan dalam berita tersebut, sebenarnya tidaklah berdasar. Hal ini karena di sekitar lapangan Anas Karim sendiri sudah disediakan lapangan parkir yang cukup luas dan representatif.
Bahkan, tidak sesuai dengan asumsi dalam tulisan tersebut, akses pengunjung yang akan menuju ke Pasar Pusat dan Pasar Kuliner jauh lebih dekat jika parkir di sekitar lapangan Anas Karim, ± 50 meter saja ke pusat kota.
Mengenai keterbatasan ruang untuk parkir langsung di dalam area pasar pusat, hal ini tidaklah dipungkiri oleh walikota, karena sebagian area tersebut terpakai untuk pembangunan los penampungan sementara yang akan menampung para pedagang yang dipindahkan dari Pasar Pusat, dan pembangunan nya akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan.
“Untuk sementara memang susah parkir di sekitar dalam pasar. Tapi bapak ibu pengunjung jangan ragu, parkir di lapangan Anas Karim pun dekat kok kalau mau menuju kemana saja di sekitar Padang Panjang. Karena lokasinya masih di pusat kota juga. Ke Pasar Kuliner ketemu langsung, ke Pasar Pusat 50 meter jalan dah ketemu, jadi jangan ragu-ragu berkunjung ke kota kami,” tambah Hendri Arnis melalui Kadis Perhubungan I Putu Venda Sutan Marajo.
Diberitakan juga, anjloknya omset para pedagang rumah makan dan restoran di pasar Padang Panjang juga tidak terbukti. Sebab, dari hasil riset kecil-kecilan dengan berkunjung dan juga komunikasi via telepon yang dilakukan oleh salah seorang staf humas yang kenal dengan beberapa pemilik rumah makan di kota Padang Panjang, omset “lapau nasi” sekitar area pasar tidak terlalu terpengaruh oleh tingkat kunjungan, karena pelanggan terbesar dari rumah makan dan restoran tersebut adalah masyarakat Padang Panjang sendiri dan juga penduduk daerah interland yang bertetangga dengan kota Padang Panjang, diantaranya yang ada di Batipuh X Koto.
Hal ini tentunya tidak berlaku bagi rumah makan / restoran yang terletak di jalur perlintasan jalan provinsi seperti RM Pak Datuk, Sate Syukur, Sate Saiyo, RM Pondok Indah Raya dan banyak lainnya. Mereka sudah memiliki area parkir sendiri dan memiliki reputasi yang dikenal luas serta dicari oleh para pengunjung baik dari yang berasal dari Sumatera Barat maupun nasional. Sehingga pengunjung yang datang untuk berwisata kuliner sudah hapal dan tau lokasi yang dituju karena akses yang mudah ke Rumah Makan/ Restoran tersebut.
“Jadi sekali lagi kami sampaikan kepada Bapak-Ibu yang akan berkunjung beserta keluarga ke kota kecil indah kami, makanan nya masih tetap enak, udara nya masih tetap bersih dan segar, suhunya masih tetap dingin dan membuat perut selalu lapar, parkir-nya aja yang pindah sedikit, malah lebih dekat pula. Jadi marilah puaskan selera dan berbelanja ke Padang Panjang, tak ada lawan lah kalau soal rasa,” tukas Hendri Arnis dengan senyuman yang khas pada para tamu di rumah dinas dalam satu pertemuan. (***)


Loading...
www www