Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Munaslub Partai Golkar

Indra Bambang Utoyo dari Sumatera untuk Partai Golkar Harapan Baru

Indra Bambang Utoyo dari Sumatera untuk Partai Golkar Harapan Baru
Calon Ketua Umum Partai Golkar Indra Bambang Utoyo. ( foto: daniel)
Jum'at, 26 Februari 2016 15:12 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Ketua DPP Partai Golkar Ir Indra Bambang Utoyo SE menyatakan siap maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar saat Musyawarah Nasional mendatang. Politikus senior asli wong kito Palembang ini, menyakan kesiapanya pada pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Hal ini ia tegaskan dalam konfrensi pers di Cafe Demang Komplek Sarinah, Jakarta, Jumat (26/02/2016). Maju menjadi clon ketua umum, dirinya lebih memilih idealis dengan menghindari money politic.

"Kita ingin Golkar ke depan bersih. Karena selama ini sudah muak berlarut-larut dengan pertengkaran. Tidak memikirkan bagaimana memajukan partai, tapi berantem terus. Kepentingan katanya suara rakyat adalah suara Golkar. Tapi terus ada pertengkaran, perebutan kekuasaan. Kalau terus begini partai bisa hancur. Untuk itu kita berharap pada Munaslub tidak dengan politik uang," ungkap Indra Bambang Utoyo.

Menurut pria kelahiran Palembang 4 Februari 1954 tersebut, Golkar bersih dan semangat rekonsiliasi partai, menjadi visi-misinya untuk dapat melenggang ke kursi Golkar satu. "Saya pasti siap, meski paling kecil logistiknya, tapi saya tetap maju, mosok nyerah karena enggak kuat fulus," kelekar Indra.

Indra mengaku, lawannya nanti dalam Munas cukup berat. Nama-nama beken seperti, Ketua DPR Ade Komarudin dan Ketua Fraksi Setya Novanto diyakini bakal maju dalam pemilihan ketum tersebut.

"Akom didukung Jusuf Kalla dan Setnov didukung Aburizal Bakrie, aku cuma didukung kaum marginal," ungkap bapak dua anak buah pernikahannya dengan Ny Ratna Taufik Hidayat.

Menurutnya lagi, politik internal Partai Golkar telah berlangsung lebih 1 tahun, ditandai dengan adanya dualisme kepemimpinan hasil dari Musyawarah Nasional yang dilaksanakan oleh dua kubu bagi demokrasi bukan saja di interral Partai Golkar tapi juga bagi sistem politik di Indonesia.

Menyikapi perkembangan terkini dari persiapan Munas Golar nampak terlihat rawan dalam hal kampanye, sosialisasi dengan menggunakan kampanye hitam dan saling menyudutkan satu sama lain, sehingga ini akan berdampak pada hilangnya esensi tujuan Rekonsiliatif sebagai tujuan mulia bersama dan hilangnya nilai-nilai demokrasi sebagai syarat tujuan yang ideal bagi eksistensi Partai Golkar ke depan.

"Oleh karena itu, perlu kita sikapi dengan tegas bersama-sama, kami mengharapkan dan menghimbau dalam penyelenggaraan Munas Partai Golkar harus mengedepankan prinsip DENOKRATIS REKONSILIATIF Komitmen bersama dalam kepastian tentang pelaksanaan Munas Partai Golkar harus menghasilkan rekomendasi calon pemimpin yang dapat membawa kejayaan partai," pungkasnya. ***

wwwwww