Loading...

Balok Slave RSUD Rasidin Ambruk, Ini Kata Helmi Moesim

Balok Slave RSUD Rasidin Ambruk, Ini Kata Helmi Moesim
Bangunan ruangan penyakit dalam RSUD Rasidin ambruk
Kamis, 25 Februari 2016 14:31 WIB
Penulis: Agib M Noerman

PADANG - Ambruknya balok slave di ruangan penyakit dalam RSUD Rasidin beberapa waktu lalu menjadi sorotan anggota DPRD Padang. Menurut Ketua Komisi III DPRD Padang, Helmi Moesim harus dilakukan uji kelayakan bangunan rumah sakit milik Pemko Padang tersebut.

"Bangunan RSUD harus diuji kembali kelayakannya. Nah, untuk itu dibutuhkan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) karena ini menyangkut hal teknis," kata politis Partai Golkar ini.

Helmi menganalisa, penyebab ambruknya salah satu ruangan bangunan induk ini selain bangunannya memang sudah lama, adanya getaran dari pengerjaan bangunan baru mempengaruhi struktur bangunan.

"Diakui ambruknya salah satu bangunan tidak mempengaruhi pelayanan. Namun, agar tidak terjadi hal lebih parah pihak RSUD tetap diminta mengevaluasi tiap-tiap bangunan," ungkap Helmi.

DPRD Padang tidak hanya fokus pada persoalan ambruknya balok slave RSUD Rasidin. Persoalan banjir yang sering terjadi di rumah sakit plat merah itu juga menjadi sorotan. "Pembangunan drainase adalah suata keharusan agar banjir bisa teratasi," kata anggota Komisi III, Gustin Pramona.

Dirut RSUD dr Rasidin Herlin Sridiani menjelaskan kejadian ambruknya salah satu bangunan tersebut beriringan dengan terbakarnya inseminirator atau mesin pembakaran sampah medis dan daur ulang pada pukul 14.00 WIB.

Ia mengatakan dalam menindaklanjuti hal itu, pihaknya telah mempersiapkan surat dan kelengkapan berkas yang ditujukan ke Dinas PU Padang untuk dapat melakukan cek ulang pada struktur bangunan rumah sakit.

Menurutnya, jika PU menyatakan bangunan-bangunan RSUD ada yang tidak layak tentu tidak akan digunakan karena menyangkut keselamatan orang banyak terutama para pasien.

"Surat itu akan kami sampaikan secepatnya. Di dalamnya termasuk masalah banjir dan kelayakan drainase," ujarnya. (agb)


Loading...
www www