Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wakil Ketua MPR: Perayaan Cap Go Meh di Pontianak Bisa Dilaksanakan, Buah dari Perjuangan Reformasi

Wakil Ketua MPR: Perayaan Cap Go Meh di Pontianak Bisa Dilaksanakan, Buah dari Perjuangan Reformasi
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta, saat menghadiri puncak Cap Go Meh di Kalbar. (foto: humas)
Senin, 22 Februari 2016 18:08 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta turut hadir dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kalimantan Barat. Putra daerah yang juga asal Kalimantan Barat itu, dalam sambutannya mengatakan, merayakan karnaval Cap Go Meh saat ini merupakan buah dari perjuangan reformasi.

Menurutnya, dalam peryaan Cap Go Meh kali ini, diadakan pawai terbesar kedua setelah pawai serupa yang dilakukan di Pontianak di saat dihadiri oleh Presiden Jokowi.

"Mengapa kita sebagai masyarakat dan bangsa bisa berbahagia dan makmur, karena kita mempunyai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, Itulah perekat sehingga kita bisa mengadakan Cap Go Meh secara terbuka," ujar Osman Sapta, Senin (22/02/2016).

Lebih lanjut Oesman mengatakan, bila semua elemn bangsa tetap menghayati 4 Pilar, maka sebagai generasi penerus, kita adalah anak-anak bangsa dan pemersatu keberagaman. Diakui saat ini terjadi kelunturan paham kebangsaan. "Karena itulah saya memilih menghadiri acara ini untuk mendukung semangat persatuan di masyarakat," sambutnya.

Sementara itu, masyarakat Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat sejak pagi hari sudah terlihat tumpah ruah di sepanjang Jl. Gajah Mada, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sejak pukul 13.00 WIB, mereka sudah berada di kanan kiri jalan di daerah pecinan itu. Merekapun rela berdesak desakan karena untuk menikmati karnaval dalam rangka perayaan Cap Go Meh, Imlek 2567.

Dalam perayaan Cap Go Meh yang digelar mulai tanggal 20-23 Februari itu, dalam karnaval ada 13 replika naga, liong, yang mempunyai panjang di antaranya hingga 100 meter.

Tak hanya replika naga, 20 barongsai juga menyemarakkan karnaval yang diadakan setiap tahun. Bahkan menurut panitia, karnaval itu diselenggarakan selain untuk melestarikan budaya, menjaga persatuan di antara masyarakat, juga untuk mendukung program pariwisata Kota Pontianak.

Untuk menyemarakkan acara tersebut pihak panitia juga memasang lampu lampion yang jumlahnya mencapai 2500 buah. "Pada malam hari juga akan digelar pentas naga langit. Kegiatan itu dilakukan untuk mempromosikan Kalimantan Barat ke dunia supaya dapat meningkatkan kunjungan wisata," ungkap Walikota Pontianak yang membacakan laporan dari panitia.

Dalam sambutannya, Walikota Pontianak Tarmidzi menuturkan, karnaval Cap Go Meh tahun ini lebih meriah dibanding tahun lalu. Buktinya dikatakan oleh Tarmidzi, tahun sebelumnya replika naga hanya ada 9, tapi tahun ini mecapai puluhan.

"Karnaval Cap Go Meh bisa berlangsung karena ada kebersamaan di masyarakat Pontianak," jelasnya.

Masih menurut Walikota, kebersamaan itu harus dijaga. Ini penting sebab bila masyarakat kondusif maka perekonomian bisa berkembang.

Investor akan menanamkan investasi yang paling pertama dilihat adalah soal kondusifitas masyarakat. "Masyarakat Pontianak bisa bersatu sehingga bisa terjaga suasana kondusif," pungkasnya. (**/dnl)


wwwwww