Home  /  Berita  /  GoNews Group

Duet Gusmal-Yulfadri Nurdin Dilantik, Sejarah Baru Terukir di Kabupaten Solok

Duet Gusmal-Yulfadri Nurdin Dilantik, Sejarah Baru Terukir di Kabupaten Solok
Duet Gusmal-Yulfadri Nurdin. (Ist)
Selasa, 16 Februari 2016 07:55 WIB
Penulis: Zulhafendi

SOLOK - Rabu besok (17/2/2016), kalau tak aral melintang, duet pasangan Gusmal -Yulfadri Nurdin akan dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno sebagai bupati dan wakil bupati di Kabupaten Solok. Sejarah baru pun terukir. Gusmal merupakan satu-satunya Bupati Solok yang pernah ada, yang kembali terpilih untuk kedua kalinya, setelah istirahat selama satu periode. Gusmal kembali pula menggandeng Wakil Bupati dari Solok bagian Selatan, sekaligus Ketua Partai. Sejarah lain yang tidak kalah pentingnya, Gusmal merupakan satu-satunya Bupati Solok yang sukses membangun karir sejak staf hingga jabatan tertinggi.

Ketika dilantik pada periode pertama, 2 Agustus 2005, Gusmal-Desra Ediwan Anantanur membuat senyum sumringah masyarakat Kabupaten Solok. Banyak harapan yang tetumpang karena perpaduan birokrat-politisi diyakini bakal menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun Kabupaten Solok selama kepemimpinannya. Apalagi setelah masyarakat tahu, Gusmal dikenal sebagai birokrat karir yang sukses membangun karirnya sejak NOL. Gusmal hanya sempat menjadi staf selama dua tahun, setelah itu, ia sudah dipercaya sebagai pejabat eselon IV, III, II hingga menjabat sebagai Sekretaris Daerah. Setelah semua jabatan eselon dinikmatinya, Gusmal pun mencoba tantangan baru, menjadi Bupati Solok pilihan rakyat.

Penulis buku Pendidikan Tanpa Akhir dikenal sebagai pejabat publik yang murah senyum, ramah dan menyukai tantangan. Inilah yang membuat masyarakat Kabupaten Solok kembali memilihnya. Beberapa wargapun menuturkan, “Kami memang tidak mendapatkat apa-apa, tetapi keramahannya membuat kami memilihnya.” Pengakuan masyarakat inilah yang mengantarkannya kembali ke Gues House di Arosuka. Inipun menjadi sejarah baru karena belum ada Bupati Solok sebelumnya yang kembali ke rumah dinas yang sama.

Putra Guguk kelahiran 22 Juni 1954 ini membawa sejumlah harapan. Jika dulu ia mengusung tiga pilar, sekarang membentang empat pilar. Pendidikan, Kesehatan dan kesejahteraan rakyat tetap menjadi perhatian utama. Begitu dilantik, kerja berat sudah menunggu. Apalagi di bidang pendidikan, pada April 2016 Ujian Nasional tingkat SLTA sudah digelar, menyusul UN SLTP. Ini tantangan terdekat yang harus dihadapi. Kerja berat sudah menunggu. Begitu juga di bidang kesejahteraan rakyat, Kabupaten Solok masih memiliki banyak keluarga miskin, mereka butuh uluran tangan pemerintah. Mereka bukan saja tidak punya pekerjaan tetap, juga tidak memiliki rumah layak huni. Ini hanyalah sebagian tantangan yang bakal menghadang kehadiran Gusmal-Yulfadri Nurdin.

Sebagai birokrat karier, Gusmal tentu sangat memahami siapa harus menduduki jabatan apa. Ia tidak akan gegabah menempatkan seorang pejabat yang akan membantunya selama lima tahun kepemimpinannya. Banyak yang meyakini, Gusmal-Yulfadri akan berhati-hati dalam penempatan kabinetnya. Sebagai Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin tentu juga memberikan banyak pengaruh karena ia termasuk politisi senior yang sudah malang melintang sebagai anggota DPRD. Diharapkan intervensi dari pihak manapun bisa ditepis oleh pasangan birokrat politisi ini.

Jika mengilas balik perjalanan karirnya, Gusmal mengawali kerjanya sebagi staf di Bappeda Kabupaten Solok tahun 1985. Dua tahun menjadi staf ia sudah diberi amanah oleh Bupati Arman Danau sebagai Kasi. Dua tahun setelah dipercaya sebagau Kepala Bidang di Bappeda. Pertukaran Bupati Solok tidak mengurangi penghargaan atas kerjanya, saat Ir. H Nurmawan Bupati Solok priode 1990-1995, karir Gusmal kian menanjak, ia diangkat menjadi Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Lama jabatan ini dipercayakan kepadanya, 4,5 tahun. Gamawan Fauzi datang menggantikan Nurmawan, Gusmal tetap menjadi pejabat yang dihargai dan dipercaya mumpuni dalam menjalankan amanah.

Gamawan memberikan amanah kepadanya sebagai Kepala kantor Pembedayaan Masyarakat. Tiga tahun menjalankan amanah sebagai kepala KPM, Gamawan menaruh kepercayaan kepada Gusmal, ia diangkat sebagai Ketua Bappeda. Dari Bappeda dirotasi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah. Gusmal memang dikenal sebagai konseptor ulung sekaligus pekerja keras. Karena itulah jabatan tertinggi sebagai pegawai negeri sipil pun diberikan kepadanya yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.

Karena menyukai tantangan dan selalu optimis, Gusmal bertarung pada pemilihan bupati secara langsung pada 2005. Ia berhasil memenangkan pertarungan itu, jadilah ia Bupati Solok 2005-2010. Kini Gusmal kembali dilantik menduduki jabatan yang sama untuk periode kedua, 2016-2021. Semua tentu berharap kesuksesan mengiringi perjalanan Bupati Solok pencatat sejarah baru ini, karena bukan saja sebagai Bupati Solok pertama dipilih secara langsung, Gusmal-Yulfadri juga menjadi Bupati Solok pertama yang mengikuti pemilihan kepala daerah secara serentak. Semoga sejarah baru kembali tercatat. (Leto Tapays/Zulhafendi)

Editor:W Leto Tapays
Kategori:GoNews Group, Politik, Pemerintahan, Solok
wwwwww