Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
20 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
GoNews Group
9 jam yang lalu
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
3
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
GoNews Group
9 jam yang lalu
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
4
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
GoNews Group
22 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
5
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
Politik
11 jam yang lalu
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
GoNews Group
11 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Walikota Padang: Benahi Objek Wisata, Masyarakat Tak Boleh Tersingkirkan

Walikota Padang: Benahi Objek Wisata, Masyarakat Tak Boleh Tersingkirkan
Wako Padang H. Mahyeldi berdialog dengan warga di Pantai Padang. (Humas)
Senin, 08 Februari 2016 05:43 WIB

PADANG - Pembenahan kawasan pariwisata di Kota Padang bukan untuk menyingkirkan masyarakat yang sudah berusaha di kawasan itu, tapi dalam rangka menata dan harus ada jalan keluar guna peningkatan ekonomi masyarakat di sana. Hal ini dilakukan dalam pembenahan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Kota Padang saat ini. KWT ini sendiri merupakan destinasi wisata unggulan yang kini dirancang Pemerintah Kota Padang. Sejumlah kawasan dibenahi, seperti Pantai Padang, Muaro, Gunung Padang, kota lama dan Pantai Air Manis.

Untuk membenahi KWT itu, Pemko Padang tak ingin masyarakat yang selama ini mencari penghidupan di objek wisata itu tersingkirkan. Namun Walikota Padang justru ingin masyarakat yang ada di sana terkena dampak positif dari pembenahan tersebut.

"Dalam membenahi kawasan itu harus memberikan dampak ke masyarakat sekitar, tak boleh disingkirkan," kata H. Mahyeldi Dt Marajo saat diwawancarai, Minggu (7/2).
Seperti pembenahan Pantai Padang, pedagang kaki lima yang berjualan difasilitasi Pemko Padang dengan menyediakan gerobak yang representatif. Sekitar 1000 gerobak disiapkan.

Bahkan justru kini, agar kebersihan pantai terjaga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melibatkan masyarakat sekitar.

"Mereka diberi insentif dan menjadi tambahan pendapatan bagi mereka," ungkap Walikota.

Pedagang lain yang telah menempati Lapau Panjang Cimpago (LPC) justru telah lebih dahulu mendapat perhatian Pemko Padang. Pedagang di sini dibekali dengan pelatihan-pelatihan, sehingga dagangan yang mereka jual lebih variatif lagi.

Diakui Walikota, keberhasilan pembenahan Pantai Padang sebenarnya diluar perkiraannya. Namun setelah disampaikan kepada warga tentang maksud dan tujuan pembenahan tersebut, akhirnya warga mau membongkar sendiri bangunannya.

"Ini membuktikan warga Padang itu baik-baik semua dan suka dengan pembangunan," ujar Mahyeldi.

Walikota berharap, masyarakat Kota Padang tetap mendukung upaya pembangunan yang dilakukan Pemko Padang. Sebab, pembangunan akan dapat berjalan cepat jika didukung seluruh masyarakat.

"Mohon dukungan, baik dalam bentuk kritik, solusi maupun ide," tukas Walikota.(Charlie/Yurizal/Mursalim)

Editor : Calva
Kategori : Ekonomi, GoNews Group, Padang

Loading...
www www