Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
13 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
13 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
GoNews Group
12 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
9 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
2 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
6
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Kesehatan
3 jam yang lalu
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Sore Ini, BBKSDA Riau Nekropsi Gajah Betina Dewasa yang Mati di Bengkalis

Sore Ini, BBKSDA Riau Nekropsi Gajah Betina Dewasa yang Mati di Bengkalis
Gajah betina dewasa yang mati ditemukan oleh warga Kelurhan Balairaja di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, menunggu di nekropsi oleh timmedis BBKSDA Riau.
Rabu, 03 Februari 2016 12:02 WIB
Penulis: Eric
DURI - BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Riau, Rabu (3/2/2016) sore akan melakukan Nekropsi, terhadap gajah betina dewasa yang mati di areal perkebunan milik warga RT05 RW01, Kelurahan Balairaja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Dimana sebelumnya warga menemukan gajah yang diperkirakan berumur 20 tahun, mati sekitar pukul 06.00 WIB. Diagnosa perlu dilakukan untuk menemukan penyebab kematian gajah tersebut.

"Bedah bangkai atau nekropsi, merupakan teknik lanjutan dari diagnosa klinik untuk mengukuhkan atau meyakinkan hasil diagnosa klinik. Karena penyebab kematian gajah ini tidak bisa diduga-duga. Harus dilakukan nekropsi, dimana prinsipnya, bedah bangkai adalah mengeluarkan organ-organ yang dihinggapi virus tertentu. Bedah bangkai hendaknya dilakukan secepat mungkin setelah hewan mati," ujar Kepala Wilayah III BBKSDA Riau, Haluanto Ginting kepada GoRiau.com.

Ia mengaskan, bedah pada bangkai hewan bukan otopsi, tapi nekropsi. "Selama ini masyarakat tahu, otopsi. Padahal, otopsi untuk bedah pada tubuh manusia. Bedah pada hewan, Nekropsi," tutup Haluanto menjelaskan. ***

Kategori : GoNews Group, Peristiwa

Loading...
www www