Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kelak RSUD Bukittinggi Rampung, Hj Yemmelia Gratiskan Biaya Berobat
Politik
23 jam yang lalu
Kelak RSUD Bukittinggi Rampung, Hj Yemmelia Gratiskan Biaya Berobat
2
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
Feature
12 jam yang lalu
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
3
Soal Jadwal TC Molor, Towel: PSSI Tidak Profesional Kelola Timnas
GoNews Group
23 jam yang lalu
Soal Jadwal TC Molor, Towel: PSSI Tidak Profesional Kelola Timnas
4
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
GoNews Group
12 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
5
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
GoNews Group
12 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
6
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
GoNews Group
12 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Matinya Gajah Betina Dewasa di Bengkalis, Jadi Tontonan Warga

Matinya Gajah Betina Dewasa di Bengkalis, Jadi Tontonan Warga
Gajah betina dewasa yang mati di RT01 RW 05 Kelurahan Balairaja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, sontak menjadi tontonan warga.
Rabu, 03 Februari 2016 14:25 WIB
Penulis: Eric
DURI - Matinya mamalia bertubuh bongsor dengan belalai yang panjang, sontak menjadi perhatian warga sekitar, RT05 RW 01, Kelurahan Balairaja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak ditemukan oleh warga, Hari Rabu (3/2/2016) sekitar pukul 06.00 WIB, warga yang datang ingin melihat secara dekat pun silih berganti.

Bahkan, meskipun diguyur hujan deras saat ini, warga yang ingin melihat secara dekat pun masih terlihat. Walapun, sekujur tubuh basah.

"Saya ingin melihat dari dekat gajah liar itu seperti apa. Walaupun sudah mati," ujar Risna kepada GoRiau.com, warga Jalan Gajah Mada.

Sementara itu anggota BBKSDA Riau, Nanang mengatakan, saat ini masih menunggu tim medis dari Kota Penbaru untuk melakukan nekropsi. "Sekarang ini hujan, dan tak mungkin kita tinggalkan gajahnya," ulasnya.

Kepala Wilayah III BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Riau, Haluanto Ginting, belum bisa menyimpulkan penyebab kematian gajah, hingga dilakukannya nekropsi.

"Kita nekropsi dulu. Sudah itu, contoh organ yang kita ambil dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengecekan. Setelah itu, baru kita tahu hasilnya. Apa penyebab kematian gajah," tutup Haluanto menjelaskan kepada GoRiau.com. ***

Kategori : Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www