Loading...

Anggota FKB DPRD Batang: Jika Dikelola Serius, Desa Gringging Sari Bisa Jadi Objek Wisata Religi

Anggota FKB DPRD Batang: Jika Dikelola Serius, Desa Gringging Sari Bisa Jadi Objek Wisata Religi
Salah satu air terjun atau yang dikenal dengan nama Curug Genting di Desa Gringging Sari (foto: net)
Selasa, 02 Februari 2016 18:43 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
SEMARANG - Desa Gringging Sari Kecamatan Wonotunggal, merupakan salah satu desa bersejarah masuknya agama Islam di Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Dimana pada abad ke 7 desa yang awalnya bernama Karang Serno tersebut rata-rata memaluk agama budha dan hindu. Namun seiring kedatangan tokoh ulama besar atau yang terkenal dengan julukan Sunan/Wali, yang bernama Syekh Abdurrahman Kajoran, datang untuk menyebarkan agama Islam dan merubah desa tersebut menjadi Gringging Sari.

Banyak kisah menarik tentang sejarah Desa Gringging Sari dan mulainya Islam berkembang disana. Dimana barang-barang peninggalan Sunan Kajoran juga masih terawat dan dijaga warganya. Peninggalan Sunan Kajoran yang bisa dilihat dan dikunjungi langsung seperti, Masjid Al Karomah, Makam Sunan Kajoran dan para sahabatnya, bekas seretan tongkat yang menjadi sungai membelah kampung serta mata air yang tak kenal musim bernama Sendang Depok.

Sementara peninggalan yang sengaja disimpan dan hanya sesekali dibersihkan adalah beberapa pakaian, tasbih, dan tongkat Sunan Kajoran.

Dengan banyaknya peninggalan sejarah tersebut, menurut Anggota FKB DPRD Kabupaten Batang Edrus, kepada Legislatif.co mengatakan, Desa tersebut seharusnya bisa menjadi objek wisata religi jika diekelola dengan benar.

"Sampai saat ini Desa Gringging Sari termasuk paling ramai dikunjungi para peziarah baik dari Kabupaten Batang, Pekalongan maupun wilayah lain di Jawa Tengah, apalagi bertepatan dengan Khaul Syekh Abdurrahman Kajoran yang biasanya dilaksanakan setiap tanggal 9-11 pada bulan Syawal atau lebaran idul fitri ke 9," terang Edrus, Selasa (02/02/2016).

Menurutnya, pada peringatan Khaul tersebut bisa diibaratkan sebagai hari raya kedua setelah Idul Fitri bagi warga Desa tersebut. "Kita bisa melihat dari persiapan masyarakat saat acara Khaul itu, segala sesuatunya mirip penyambutan lebaran, terutama dalam menyambut ribuan tamu (pengunjung) dari berbagai daerah," jelasnya.

Namun menurutnya saat ini Desa tersebut seperti terisolir, dengan lokasi yang berada di areal pegunungan, sangat dibutuhkan akses jalan yang memadai untuk para pengunjung ke desa tersebut. "Jalanya masih sempit dan banyak berlubang, saking sempitnya kendaraan roda empat yang kebetulan berpapasan terpaksa harus berhenti salah satu. Ini yang perlu diperhatikan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Batang," jelasnya.

Sementara itu salah satu warga M. Effendy menjelaskan, secara wilayah Desa Gringging Sari termasuk daerah pegunungan yang indah, dengan hamparan sawah dan lika-liku jalan yang penuh dengan pemandangan disekeliling jalan, memang sering dikunjungi warga dari berbagai daerah. Baik untuk berziarah maupun sekedar menikmati pemandangan alam.

"Selain beberapa tempat peninggalan Sunan Kajoran, di desa kami juga terdapat objek wisata air terjun. Tapi ya saat ini masih belum terkelola dengan baik, mudah-mudahan saja pihak pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi kampung kami ini," pungkasnya. ***


Loading...
www www