Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kelak RSUD Bukittinggi Rampung, Hj Yemmelia Gratiskan Biaya Berobat
Politik
23 jam yang lalu
Kelak RSUD Bukittinggi Rampung, Hj Yemmelia Gratiskan Biaya Berobat
2
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
Feature
11 jam yang lalu
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
3
Soal Jadwal TC Molor, Towel: PSSI Tidak Profesional Kelola Timnas
GoNews Group
22 jam yang lalu
Soal Jadwal TC Molor, Towel: PSSI Tidak Profesional Kelola Timnas
4
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
5
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
GoNews Group
12 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
6
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Usir Gajah Liar di Pinggir, Warga Balairaja Rogoh Kocek Hingga Jutaan Rupiah

Usir Gajah Liar di Pinggir, Warga Balairaja Rogoh Kocek Hingga Jutaan Rupiah
Masyarakat saat mengahalau gajah liar disekitar Kantong Balairaja agar tidak masuk ke pemukiman masyarakat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Senin, 01 Februari 2016 11:08 WIB
Penulis: Eric
DURI - Kembalinya gajah liar ke Kantong Balairaja yang masuk Kecamatan Pinggir dan Mandau , Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, membuat polemik tersendiri bagi masyarakat tempatan. Pada dasarnya, warga bisa hidup berdampingan dengan gajah liar. Tapi karena habitat gajah liar semakin berkurang untuk mencari makan, kebun warga pun menjadi sasaran.

"Modal satu orang warga untuk mengusir gajah liar menggunakan mercon, bisa mencapai Rp3 juta, dari sore hingga subuh. Karena saat ini harga mercon dipasaran relatif tidak sama. Ada yang murah, ada juga yang mahal," ujar Ketua Hipam (Himpunan Penggiat Alam) Duri-Riau, Zulhusni menceritakan kepada GoRiau.com, Senin (1/2/2016).

Pengusiran yang dilakukan warga menggunakan mercon, jelasnya, mercon tersebut tidak diarahkan ke gajah liar. Tapi ke atas langit. Bagi warga, menggunakan mercon dalam pengusiran gajah liar, lebih efektif. Karena mengeluarkan suara yang menggelegar.

"Sekali pengusiran bisa menghabisan puluhan mercon," ulasnya.

Zulhusni mengingatkan kepada pemerintah daerah, agar melakukan tindakan berupa upaya penghalauan terhadap gajah liar yang saat ini keberadaannya sangat dekat dengan pemukiman warga.

"Sejauh ini, tidak ada tindakan masyarakat yang ingin menyakiti gajah liar saat pengusiran. Kita pun berharap itu tidak terjadi," katanya.

Menurut informasi yang dirangkum GoRiau.com, Kantong Balairaja masuk Suaka Margasatwa (SM) Balairaja. Dimana awalnya SM Balairaja seluas 18.000 hektar. Sementara saat ini sisanya hanya tinggal 200 hektar di Hutan Talang, itu pun rencananya akan dibelah untuk Jalan Lingkar Duri Barat. ***

Kategori : GoNews Group, Peristiwa

Loading...
www www