Loading...

Sidak ke GBL, Komisi E DPRD Jateng Temukan Data PSK Terjangkit Infeksi Menular Capai 49 Persen

Sidak ke GBL, Komisi E DPRD Jateng Temukan Data PSK Terjangkit Infeksi Menular Capai 49 Persen
Ilustrasi pekerja seks komersial (PSK) net.
Senin, 01 Februari 2016 01:09 WIB
KENDAL- Hasil Sidak Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah ke lokalisasi Gambilangu atau yang lebih dikenal dengan GBL Kaliwungu Kendal, ditemukan lebih dari 49 persen para pekerja seks komersil (PSK) terjangkit infeksi menular seksual. Dengan jumlah PSK yang terdata berjumlah 250 orang, maka setidaknya yang terjangkit Imfeksi, mencapai 122 orang PSK.

Hasil temuan Komisi E DPRD Jawa Tengah (Jateng)ini, juga diperkuat dengan hasil pemeriksaan dokter pendamping di GBL, yakni Erna Ridawati, pada hari Selasa (26/01/2016) yang lalu.

Infeksi menular seksual sendiri adalah jenis virus yang menyebar melalui hubungan badan. Infeksi ini bisa mengakibatkan penyakit genorrhea atau kencing nanah, kutil kelamin, raja singa, hepatitis B, bahkan yang terparah adalah terjangkitnya HIV/AIDS.

"Infeksi menular seksual di GBL masih cukup tinggi. Sesuai hasil pemeriksaan kami, kondisinya sangat mengkhawatirkan karena angkanya masih bekisar 49 persen," ungkap Erna, Minggu (31/01/2016).

Idealnya, menurut Erna, angka infeksi menular seksual di GBL bisa ditekan sampai di bawah angka 22 persen. Dan jika dilakukan pendampingan rutin, seharusnya angka maksimal infeksi menular seksual hanya ada di posisi 15 persen.

Erna Ridawaati juga mengungkapkan, kendala yang dihadapi dalam menekan angka penyakit tersebut adalah kurangnya kesadaran pemakaian alat pengaman atau kondom, saat melakukan hubungan seksual.

"Kendala lain adalah pendampingan yang dilakukan oleh petugas Puskesmas daerah Kaliwungu kurang maksimal. Buktinya sampai sekarang belum tersedia tempat layanan khusus di lokalisasi GBL," tukasnya.

Ia menambahkan, di GBL, pelayanan skrining atau pengecekan serta pengobatan infeksi menular seks masih menumpang di gedung pertemuan milik Balai Resosialisasi Gambilangu. PSK pun kesulitan melakukan pemeriksaan rutin.

"Ruang pemeriksaan, ruang pengobatan, dan laboratorium yang seharusnya terpisah, justru berada di satu ruangan, kondisinya juga sangat sempit. Di laboratorium juga tidak ada air mengalir, sehingga susah dalam melakukan pemeriksaan terhadap para PSK di sini," tutur Erna.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Joko Purnomo menyampaikan, bahwa angka infeksi menular seksual di atas 40 persen sudah masuk dalam kategori merah. "Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus segera ada pembenahan pelayanan kesehatan di lokaliasasi GBL ini," pungkasnya. ***

Editor : Daniel Caramoy
Sumber : Tribun Jateng.
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa

Loading...
www www