Home  /  Berita  /  Politik

Hasan Basril: Jika Ingin Memberantas Komunis, Berantaslah Kemiskinan

Hasan Basril: Jika Ingin Memberantas Komunis, Berantaslah Kemiskinan
Hasan Basril saat menjadi narasumber di acara Dialog Publik Bahaya Laten Komunis (foto: daniel)
Selasa, 26 Januari 2016 11:09 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
PEKANBARU - Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Riau Hasan Basril mengatakan, jika ingin memberantas paham komunis maka berantaslah kemiskinan. Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber pada diskusi ''Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Pancasila untuk Mencegah Bahaya Laten Komunis'', yang digelar Forum Diskusi Publik, di Gedung Pustaka Soeman HS, Pekanbaru, Selasa (26/01/2016).

Hasan mengutip pidato Muhammad Hatta, yang mengatakan bahwa kemiskinan akan menumbuhkembangkan komunis di Indonesia.

"Sejarah berkembangnya komunis di Indonesia ketika itu faktor utamanya adalah kemiskinan, dimana para tokoh komunis dari Eropa memanfaatkan kaum buruh dan tani di wilayah Semarang Jawa Tengah," tutur Hasan Basril yang juga Pemimpin Redaksi media online GoRiau.com.

Menurutnya, peran komunis pada awalnya memang sangat menggoda khususnya bagi kaum buruh dan tani. ''Kenapa para komunis ini mengincar kota Semarang, karena disana banyak tani dan buruhnya, seolah-olah mereka berpihak kepada masyarakat, dengan menuduh bahwa kebijakan pemerintah pada saat itu menindas,'' jelasnya.

Sampai akhirnya komunis berkembang dan membentuk partai yaitu Partai Komunis Indonesia yang dipimpin Aidit dan Tan malaka. Dan melakukan beberapa kali pmberontakan di Indonesia.

''Bahkan setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1964 bukti komunis berkuasa dan berperan, salah satu poin yang sangat-sangat mengagetkan dimana mereka bagi-bagi tanah sebanyak 2 hektar ke petani dan buruh,'' tukasnya.

Kesan keberpihakan ke masyarakat. Cara menarik simpati, dengan memanfaatkan banyaknya masyarakat Bali dan Jawa yang saat itu berprofesi sebagai tani yang tidak punya tanah.

''Pada saat itu petani dan buruh tidak menyadari mendukung komunis karena mereka mendapatkan tanah dan peralatan tani. Maka dalam pemberantasan komunis kondisi sangat kacau, sulit sekali menumpasnya karena ada yang benar-benar komunis dan ada yang hanya sebagai pendukung ikutan,'' terangnya.

Untuk itu dirinya juga sangat menyayangkan dan merasa miris ketika tidak adanya Pendidikan Moral Pancasila pada kurikulum pendidikan di Indonesia. Sebagai pelajaran dan pendidikan terhadap nilai-nilai moral serta sejarah kekejaman PKI di Indonesia.

"Sekarang ini kita kehilangan teladan, elit politik yang jadi teladan masyarakat, guru yang menjadi teladan bagi muridnya, dan dosen yang menjadi teladan mahasiswanya. Bagaimana mau jadi teladan kalau mereka tidak tahu dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,'' pungkas Hasan Basril. ***

Kategori:Politik, Umum
wwwwww