Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
13 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
12 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
GoNews Group
12 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
9 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
2 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
6
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Kesehatan
2 jam yang lalu
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Pasca Teror Bom Sarinah, Objek Vital di Sumbar Dijaga Ketat

Pasca Teror Bom Sarinah, Objek Vital di Sumbar Dijaga Ketat
Petugas Satpol PP berjaga-jaga di depan Kantor Gubernur Sumbar. (Humas)
Jum'at, 15 Januari 2016 20:00 WIB

PADANG - Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pasca teror bom yang terjadi pada Kamis (14/1/2016) di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, yang menyatakan bahwa seluruh daerah di Indonesia harus siaga 1 (satu) langsung direspon cepat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Seluruh instansi dan objek vital di Sumatera Barat mendapat pengamanan maksimal. Seperti Kantor Gubernur Sumatera Barat yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Padang, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumatera Barat meningkatkan pengamanan di pintu masuk kantor Gubernur.

Berbeda dengan hari biasanya, setiap kendaraan yang akan masuk ke rumah Bagonjong harus melewati serangkaian pemeriksaan dari beberapa Satpol PP yang berjaga. Kendaraan roda empat yang akan masuk pun harus menurunkan kaca sebagai langkah antisipasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kasatpol PP Sumbar, Afrin Jamal, Jumat (15/1/2016) membenarkan antisipasi ini. Menurutnya, langkah ini dilakukan mengikuit intruksi Mendagri karena setelah serangan teroris kemaren.

“Kita juga dalam kondisi siaga I, makanya langsung action pengamanan," ujarnya.

Dilanjutkannya, pengamanan lebih diutamakan bagi pengunjung menggunakan tas ransel dan mobil box, karena hanya ciri-ciri tersebut dapat diduga dapat menjadi perhatian dini terhadap kemungkinan ancaman.

“Kebijakan tersebut memang belum mendapatkan arahan langsung dari pimpinan. Kebijakan tersebut hanya merujuk pada perintah Mendagri,” ungkapnya.

Meski tidak menambah jumlah personel yang siaga, namun setiap personel diminta tetap disiplin. Objek yang mendapatkan pengamanan khusus adalah, kantor gubernur, rumah dinas gubernur, Masjid Raya Sumbar dan rumah dinas Sekdaprov Sumbar. Setidaknya ada ada 30 personel masing-masing shif dalam waktu 24 jam yang nantinya akan bersiaga.

Ditempat terpisah, Sekretaris Provinsi Sumbar Ali Asmar menyerahkan seluruh pengamanan kepada pihak yang berwajib. Karena untuk pengamanan ini merujuk kepada instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Kita serahkan semuanya kepada pihak pengamanan,” ujarnya ditemui di loby Escape Building Kantor Gubernur Sumbar di Padang, Jumat (15/1/2016) siang. (***)

Editor : Calva
Kategori : Sumatera Barat, Pemerintahan

Loading...
www www