Banjir dan Lonsor di Kabupaten Limapuluh Kota

Lalu Lintas Sempat Macet di Pangkalan, Banjir di Limbanang Halangi Siswa ke Sekolah

Lalu Lintas Sempat Macet di Pangkalan, Banjir di Limbanang Halangi Siswa ke Sekolah
Diantara siswa yang terhalang pergi sekolah karena banjir di Limbanang Bawah
Jum'at, 15 Januari 2016 17:17 WIB
Penulis: Trinanda

LIMAPULUH KOTA - Tingginya curah hujan yang turun sejak sepekan terakhir telah menyebabkan sejumlah kawasan di Kabupaten Limapuluh Kota dilanda banjir dan tanah longsor. Setidaknya ada 8  titik lokasi  bajir dan 4 titik longsor pada 4 kecamatan, yang mengakibatkan ratusan hektar sawah dan puluhan rumah penduduk menjadi rusak.Selain itu juga berakibat terhalangnya siswa untuk pergi sekolah hari ini.

“Siswa baanyak juga yang batal  ke sekolah karena banjir di Limbanang Baruah dan Kuranji,”ujar Ronal dan Dadang

Banjir juga sempat membuat macet arus lalu lintas pada jalan raya negara yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Barat sejak jam 04.00 dinihari sampai jam 09.00 pagi akibat longsor di KM 157 Nagari Koto Alam serta menguapnya batang Maek, sehingga mencapai ketinggian 50 meter, persisnya di ruas jalan Sopang, Pasa Usang, Tigo Balai dan Lakuak Gadang, Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Jumat (15/1).

Informasi yang diperoleh gosumbar.com, dari Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Limapuluh Kota, Nasriyanto, Senin (15/1), setidaknya ada 8 titik yang menjadi sasaran banjir dan 4 titik yang menjadi kawasan longsor. Kawasan banjir di Kecamatan Harau diantaranya tercatat di Taram, Batu Balang, Kandang Lamo dan Sarasah Tanggo Sarilamak. Kawasan banjir di kecamatan Suliki diantaranya Kubang Rasau dan Limbanang Baruah akibat menguapnya Batang Sinamar . Selain itu juga terjadi banjir di Batang Lampasi dan Sinamar di Kotobaru Simalanggang dan Kuranji,  Kecamatan Guguk, akibat hujan yang terus menerus sejak seminggu terakhir.

Di kecamatan Kapur IX, akibat menguapnya batang kapur, banjir sempat memutus lalu lintas antara Muaro Paiti- Lubuk Alai. Selain itu juga terjadi longsor tebing di jalan Provinsi Maek, Kecamatan Bukik Barisan, yakni tebing jalan sempat menimbun jalan, sehingga jalan sempat terputus dari jam 5 pagi sampai jam 12 siang.

Akibat hujan yang berkepanjangan sejak semingggu terakhir juga mengakibatkan longsor tebing menimbun jorong Kurai sehingga sempat terputus hubungan ke Mudiak Liki, Kecamatan Suliki. Berkat kerjasama masyarakat, sekarang hubungan Jorong Kurai- Mudiak Liki telah pulih kembali seperti biasa. Sedangkan banjir di nagari Balai Panjang, Jorong Kubang Rasau mengakibatkan teremdamnya  11 rumah dan 3 hektar sawah. Selain itu, banjir yang mengakibatkan terputusnya hubungan  Limbanang- Andiang, saat ini air telah menyusut dan hubungan telah lancar kembali.***

Editor:M Siebert
Kategori:Limapuluh Kota, Umum, Peristiwa

wwwwww