Loading...
Home >  Berita >  Peristiwa

Sejumlah Pedagang Warung Nasi di Pantai Padang Minta Bantuan Satpol PP Bongkar Tempat Usaha Mereka

Sejumlah Pedagang Warung Nasi di Pantai Padang Minta Bantuan Satpol PP Bongkar Tempat Usaha Mereka
Beberapa anggota Satpol PP terlihat melakukan pembongkaran salah satu warung nasi di Pantai Padang, Rabu (13/1/2016).
Rabu, 13 Januari 2016 18:08 WIB
Penulis: Agib M Noerman

PADANG - Isu bakal terjadinya ricuh terkait pembongkaran warung nasi di sepanjang Pantai Padang hanya isapan jempol. Buktinya, pemilik warung merelakan tempat usaha mereka dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja, Rabu (13/1/2016).

Pantaun GoSumbar dilokasi, tidak ada perlawanan dari pemilik warung nasi ketika Satuan Pamong Praja Kota Padang akan mengeksekusi tempat mereka berjualan. Bahkan, mereka turut membersihkan material bangunan yang sudah dirobohkan.

"Mau tidak mau terpaksa merelakan tempat saya ini dirobohkan. Kalau menunggu hingga tanggal 15 Januari saya khawatir barang-barang akan rusak karena pembongkaran dilakukan secara paksa," kata Hendra (44) pemilik warung nasi yang mengaku sudah 6 tahun berjualan di sana.

Diketahui, Pemko Padang memang merencanakan pembongkaran warung nasi di sepanjang Pantai Padang untuk mewujudkan Kawasan Wisata Terpadu (KWT). Pemko Padang memberi tenggat waktu ke pedagang hingga 15 Januari atau dua hari lagi.

Untuk hari ini ada tiga warung nasi yang telah dibongkar atas kesadaran pemilik. Dalam kondisi ini Satpol PP Kota Padang membantu pemilik membongkar sendiri tempat usaha mereka. Pembongkaran mulai dilakukan sejak pukul 10.00 Wib.

Kepala Satpol PP Kota Padang Firdaus Ilyas mengapresiasi pedagang yang mau membongkar tempat usahanya sendiri. Menurut Firdaus, pihaknya dengan senang hati akan membantu pedagang yang berinisiatif membobgkar warung milik mereka.

"Saya siap melibatkan beberapa pun anggota Satpol PP jika diminta pedagang melakukan pembongkaran," tegasnya.

Khusus untuk hari ini, Firdaus menyebutkan anggota yang diturunkannya berjumlah 60 orang. (agb)

Kategori : Peristiwa, Padang

Loading...
www www