PESONA WISATA LIMAPULUH KOTA

Lembah Harau dan Ngalau Seribu yang Menakjubkan


Lembah arau memiliki 4( empat) air terjun (sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan sarasah Aie Angek ) dengan telaga dan pemandangan yang indah seperti ; Sarasah Aie Luluih, dimana pada sarasah ini air yang mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri, dari cerita dari orang tua-tua dulu, ada kepercayaan mandi atau membasuh muka di sarasah aie luluih dapat mengobati jerawat dan muka akan terlihat cantik dan awet muda. Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi apabila terpancar sinar matahari siang sehingga dinamakan "Sarasah Bunta" . Sarasah Murai , pada sarasah ini sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan "Sarasah Murai ".

Gemercik Ai Terjun Ngalau Seribu.Dinding Lembah Harau nan terjal.Indahnya Nagari Ngalau Seribu Harau.Lembah Harau dengan pesona sawah dan sungai yang mengalir bagaikan ularSuasana Lembah Harau di pagi hari.Panjat tebing menantang di Lembah Harau.Pemandangan menuju Ngalau Seribu Harau.Beningnya gemercik air di dalam Ngalau Seribu Harau.
Rabu, 30 Desember 2015 15:04 WIB
Penulis: M Siebert

LEMBAH Harau, di Nagari Harau dan Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota  adalah salah satu tempat wisata terkenal di Sumatera Barat yang terbagi menjadi dua obyek kunjungan utama, yaitu Sarasah Bunta dan Aka Barayun.

gosumbarcom_jryaw_51.jpg 


gosumbarcom_sqmm2_52.jpg

Air Terjun Aka Barayun 

Di Sarasah Bunta terdapat 4 buah air terjun, dan di Aka Barayun  ada 1 air terjun. Selain juga ada 3 air terjun di jorong Lubuk Limpato, persisnya di Bukit Jambu yang berada di sebelah kiri kita menuju gerbang masuk Lembah Harau.Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter. Topografi Alam Lembah Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak, dan Bukit Tarantang.

Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, kita bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m.

Untuk sampai di Lembah Harau, kalau kita tidak punya kendaraan bermotor  pribadi, dapat menumpang oplet umum dari pusat kota Payakumbuh dengan jarak sekitar 12 km,. Selain itu juga, setelah sampai di Sarilamak, persisnya di persimpangan jalan arah ke kanan menuju Pekanbaru, dan lurusnya menuju Lembah Harau, kita dapat  naik oplet ataupun ojek bermotor sejauh 6  km dari gerbang masuk menuju ikon wisata Sumatera Barat tersebut.

gosumbarcom_fdve8_53.jpg

Air Terjun Sarasah Bunta

Saat memasuki Lembah Harau, kita akan menemukan banyak keindahan yang menakjubkan. Pantas, kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi Lembah Harau memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak tahun 1926.

Selain makanan halal yang lezat di sepanjang jalan menuju Lembah Harau, ada hal lain yang cukup menyenangkan di tempat ini. Yaitu menyaksikan hamparan sawah yang diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, kita pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu hanya bisa dilihat di Lembah Harau.

Keindahan Lembah Harau lainnya masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa. Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi. Ditambah sejumlah binatang langka asli Sumatera, seperti monyet ekor panjang yang sering terlihat di kawasan Lembah Harau. (***)

 gosumbarcom_4tvbn_56.jpg

Pemandangan Lembah Harau dari puncak panorama 

Legenda Lembah Harau

gosumbarcom_sk364_55.jpg

Beningnya air di Lembah Harau

Memasuki Taman Wisata Lembah Harau, wisatawan serasa "dikepung" tebing kemerah-merahan setinggi 150 hingga 200 meter. Tebing itu tegak mengelilingi lembah. Di dasar tebing, bentangan sawah dan pepohonan hijau lagi rimbun membuat pesona Lembah Harau makin memukau. Daerah Lembah Harau juga dihuni berbagai jenis hewan dan burung liar.

Lembah ini juga makin memikat dengan tujuh air terjun atau sarasah yang mengalir deras. Di waktu musim hujan, air yang mengalir bertambah deras. Pemandangan sekitar lembah makin menakjubkan kala pelangi turun sehabis hujan.

Lembah yang memanjakan hati dan mata ini mempunyai legenda sendiri. Menurut hikayat setempat, dulunya di atas tebing berdiri sebuah kerajaan. Sedangkan lembahnya merupakan lautan. Suatu hari, putri kerajaan memilih terjun ke laut karena tak diizinkan menikah dengan lelaki yang disukainya. Sang raja lalu memerintahkan rakyatnya mencari jasad sang putri. Namun hingga laut dikeringkan, jenazah sang putri tetap tak ditemukan.

Laut yang menjadi daratan itu kini dikenal sebagai Lembah Harau dan menjadi tempat bermukim yang indah. Pagar tebing cadas yang curam dan lurus itu juga menantang untuk olahraga panjat tebing. Sebuah organisasi pecinta tebing setempat secara rutin mengunjungi tempat ini sekali dalam setahun.

Wisatawan yang berminat mungkin dapat mencoba untuk menguji olahraga yang satu ini. Peminat akan dipandu seorang instruktur. Bila tak ada sepatu khusus pendaki, tanpa alas kaki pun jadi. Inti olahraga ini adalah mengatasi rasa takut. Pendaki juga diharuskan memakai harnest (alat pengaman tubuh) yang diikat simpul. Tali yang lain dipegang seseorang yang akan menahan tubuh pendaki bila terjatuh.

Untuk mengurangi keringat saat mendaki, pendaki harus menyediakan bubuk magnesium karbonat. Bagi pemula, kesulitan terbesar antara lain mengalokasikan beban tubuh kepada tangan dan kaki secara seimbang. Kecederungan yang sering terjadi, beban tubuh hanya ditahan oleh tangan. Akibatnya energi lebih cepat terkuras. Apalagi tempat pijakan dan bergantung amat minim.

Sebagai daerah lembah, suara teriakan niscaya akan memantul lagi. Cobalah berteriak di titik nol (echo spot) yang telah ditandai pengelola khusus untuk pengunjung yang ingin mendengar gaung sempurna. Di tempat ini, suara pantulan terdengar lebih keras. Lumayanlah buat melepas stres dan beban hidup. Sekalian buat latihan vokal bagi yang berminat ikut kontes menyanyi..

Beberapa orang pembalap Internsional Tour de Singkarak (TdS) tahun 2011, diantaranya Lex dari CCN Colossi, Belanda dan Nakajima dari Aisan Cycling Team, Jepang, sama-sama menyukai Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota. Keduanya mengaku ingin kembali datang untuk berkunjung ke Lembah Harau. Hal senada juga diungkapkan Kim Suckling, dari Eddy Holland Bicycle Services, Australia.

"Lembah Harau seperti gambar dalam kartupos. Sangat menakjubkan. Begitu mengagumkan sampai susah dideskripsikan," pujinya.

Sedangkan Kees Roks, team manager Global Cycling Team Holland dari Belanda terkesan dengan budaya Minang yang ditampilkan di setiap etape saat TdS 2011. (***)

 gosumbarcom_useqh_54.jpg

Bersepeda di kaki Bukit Ngalau Seribu 

Indahnya Nagari Ngalau Seribu

Ngalau Seribu ini terletak di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Jika Anda berada di Kota Payakumbuh, teruslah menuju arah Pekanbaru. Setibanya di persimpangan kantor Bupati Limapuluh Kota Anda akan menemukan gerbang masuk ke Harau. Teruslah ke sana dan beberapa kilo meter ke depan Anda akan menemukan pos penjagaan penjualan karcis. Setelah memesan karcis, teruslah berjalan ke depan.

Di penghujung jalan Anda akan menemukan jalan bersimpang dua. Arah ke kanan menuju Air Terjun Sarasah Bunta dan arah kiri Anda akan menuju Air Terjun Akar Berayun. Teruslah berjalan ke kiri. Dan ketika sampai di Air Terjun Akar Berayun perjalanan Anda tetap lurus ke depan.

Butuh beberapa kilo meter meneruskan perjalanan setelah Air Terjun Akar Berayun. Di sepanjang jalan Anda akan menemukan rumah yang agak berjauhan jaraknya. Teruslah berjalan sehingga Anda akan menemukan perkampuangan dan jalan tanah lalu jembatan gantung. Dan di akhir perjalanan Anda akan menemukan Outbond Ngalau Seribu dengan nama Pesanggrahan Ngalau Seribu. Nama pemiliknya Datuk Suar.

Nagari Ngalau Seribu, Harau adalah salah satu keindahan yang dimiliki oleh Indonesia, tepatnya di wilayah Luhak Lima Puluh Provinsi Sumatra Barat dan untuk saat ini masuk dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota (sekitar satu jam perjalanan dari Kota Bukittinggi ke arah Kota Payakumbuh, lokasi kota terdekat dari daerah ini)

Jika Anda datang ke Ngalau Seribu Harau, dijamin Anda akan terpesona dengan keindahan atas ciptaan Tuhan yang membuat kita merasa sangat kecil, tidak ada apa-apanya. Dengan tebing-tebing yang tinggi menjulang, itulah Lembah Harau yang terkenal.

Dan nun jauh setelah kita melewati tebing-tebing itu…masih ada keindahan lain yang memukau, dengan pemandangan sawah hijau dan perkampungan sederhana dikelilingi tebing-tebing, Anda akan merasa seolah menyatu dengan alam.

Di sanalah kami mengelola berbagai kegiatan untuk menempa diri dan mempererat silaturrahim dengan menggunakan metode yang mendekatkan diri dengan alam. Outbound, tracking, berkemah, dan mencoba menerapkan pertanian yang ramah lingkungan.

Mencoba memperkenalkan seni budaya dan pembauran dengan masyarakat di luar Nagari Ngalau Seribu dengan berbagai bentuk kesenian, mendokumentasikan untuk memelihara keanekaragaman hayati dan berbagai kegiatan yang bermanfaat agar kita lebih mengenal alam dan terdorong untuk menjaganya demi keberlangsungan harkat dan martabat manusia. (***)

Sumber:Limapuluhkotakab.go.id/budparpora Limapuluh Kota
Kategori:Limapuluh Kota, Umum

wwwwww