Home  /  Berita  /  Politik

Cawagub Fauzi Bahar: Jika Ijazah Nasrul Abit Asli, Saya Akan Pulihkan Nama Baik Beliau Kepada Warga Sumbar

Cawagub Fauzi Bahar: Jika Ijazah Nasrul Abit Asli, Saya Akan Pulihkan Nama Baik Beliau Kepada Warga Sumbar
Cawagub Fauzi Bahar
Minggu, 03 Januari 2016 23:55 WIB
Penulis: Agib M Noerman

PADANG - Calon wakil gubernur Fauzi Bahar meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumbar supaya menindaklanjuti laporan timnya terkait penggunaan ijazah milik orang lain yang dipakai Nasrul Abit (NA) ketika mendaftar sebagai cawagub. Sebab, menurut Fauzi apabila KPUD Sumbar mengabaikan laporan tersebut akan muncul persepsi negatif terhadap penyelenggara pemilu itu.

"Kalau memang KPUD Sumbar tidak ada keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon seharusnya laporan tersebut diproses dong. Begitu juga dengan Bawaslu Sumbar harus merekomendasikan ke aparat hukum persoalan ini," tegas mantan walikota Padang dua periode ini di kediaman pribadinya, Minggu (3/1/2016) malam.

Cawagub yang berpasangan dengan cagub Muslim Kasim ini berharap kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang lain yang dipakai cawagub NA harus diusut agar masyarakat mendapat pelajaran politik yang positif. Dikatakan Fauzi, apabila proses pilkada tidak jujur maka tidak tertutup kemungkinan hasil yang diperoleh juga dengan cara tidak jujur.

"Ini kesempatan bagi Pak Nasrul Abit untuk membuktikan kepada warga Sumbar bahwa ijazah yang dipakai beliau bukan milik orang lain," ungkapnya.

Fauzi menganalogikan, emas apabila disepuh akan tetap menjadi emas. Atau sebaliknya, suaso tidak akan menjadi emas sekuat apapun seseorang menyepuhnya. Analogi lain yang dicontohkan mantan marinir ini, dalam sepakbola penonton akan turun ke lapangan untuk memprotes apabila wasit tidak memberikan kartu merah atau sanksi apabila seorang pemain melakukan pelanggaran.

Secara ksatria Fauzi Bahar akan membersihkan nama Nasrul Abit setelah proses pembuktian ternyata NA memakai ijazah bukan milik orang lain atau miliknya sendiri. "Saya sendiri yang akan membersihkan nama beliau kepada publik seandainya ijazah yang dipakai Pak NA asli miliknya," tandas Fauzi.

Terkait laporan tim MK-FB ke Bareskrim Polri, saat ini sudah dalam proses pemeriksaan. Beberapa orang sanksi sudah dipanggil dan diperiksa penyidik Bareskrim Polri di Jakarta. (agb) 

wwwwww