Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
24 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
24 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
4 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
4
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
18 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
5
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Kesehatan
24 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
6
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
17 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Waspadalah... Kualitas Udara Sawahlunto Sudah Mendekati Kategori Berbahaya

Waspadalah... Kualitas Udara Sawahlunto Sudah Mendekati Kategori Berbahaya
ilustrasi
Jum'at, 02 Oktober 2015 21:50 WIB
Penulis: .
SAWAHLUNTO, GOSUMBAR.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkirakan kualitas udara di kota itu sudah mendekati kategori berbahaya akibat polusi yang timbulkan oleh kabut asap sejak dua hari terakhir.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup pada BLH setempat, Iwan Kartiwan di Sawahlunto, Jumat, mengatakan dari hasil pemantauan kualitas ambient udara yang dilakukan oleh laboratorium BLH Kota Sawahlunto pada tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2015 dengan menggunakan alat ukur pencemaran udara mini dengan sistem sampling, untuk parameter PM-10 (pencemaran udara) konsentrasinya berada pada angka 402, 7 microgram permeter kubik atau 275,3 pada indeks standar pencemaran udara (ISPU).

"Dari data pemantauan tersebut diperoleh kesimpulan konsentrasi kandungan pencemaran udara sudah melebihi ambang baku mutu dan berada pada kategori sangat tidak sehat," kata dia.

Standar kategori tersebut, lanjutnya, disimpulkan dengan berdasar kepada keputusan kepala Bapedal nomor 107 tahun 1997 tentang perhitungan dan pelaporan serta informasi indeks standar pencemaran udara.

Menurutnya, dalam aturan tersebut dijelaskan tentang pengaruh ISPU untuk setiap parameter pencemar, yang mana pada angka indeks 200 sampai 299 sudah dikategorikan sangat tidak sehat.

Sementara untuk indeks pencemaran udara mulai dari angka 300 dan seterusnya, sudah dinyatakan dalam kategori berbahaya bagi semua populasi yang terpapar.

"Pada kategori udara sangat tidak sehat, efek yang bisa dilihat dan dirasakan adalah menurunnya jarak pandang serta terjadi pengotoran oleh debu dimana-mana," ujar dia.

Kemudian, lanjutnya, pada kategori tersebut juga memicu peningkatan sensitivitas pada pasien berpenyakit asma dan bronchitis, perubahan kimia darah, peningkatan pada kardivaskular pada perokok yang sakit jantung bahkan pada bukan perokok berpenyakit jantung dan akan terlihat beberapa kelemahan yang dapat dilihat secara nyata seperti sesak nafas dan batuk akibat terjangkit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Terkait kondisi pencemaran yang terjadi itu, pihaknya menyarankan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mengurangi aktifitas diluar ruangan dan selalu menggunakan masker dengan struktur pori penyaring udara lebih rapat apabila berada diluar ruangan.

"Apabila kondisi ini terus berlanjut, kami juga akan menyarankan kepada pihak pemerintah daerah agar meliburkan anak-anak usia sekolah," kata dia.

Kabut asap pekat yang melanda Kota Sawahlunto sejak beberapa hari terakhir ternyata mampu memicu semangat soliditas dan solidaritas para jurnalis kota itu, dengan membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat, Kamis.

"Aksi bagi-bagi masker ini sudah kami laksanakan sejak tiga minggu lalu yang berasal dari sumbangan spontan para jurnalis kota ini serta sumbangan pihak lain yang tidak mengikat," kata koordinator lapangan kegiatan tersebut, Yusianto, disela-sela kegiatan membagikan masker di kawasan ruas jalan depan Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto.

Hingga saat ini, jelasnya, ia bersama rekan-rekan wartawan lainnya sudah membagikan sekitar dua ribu lembar lebih masker, aksi tersebut akan terus mereka laksanakan apabila kualitas udara terus memburuk.

"Kami mendesak agar segera ada jalan keluar untuk menuntaskan bencana asap ini oleh seluruh pihak terkait, sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat," kata dia. ***

Sumber : antara
Kategori : Sawahlunto, Umum

Loading...
www www