Home  /  Berita  /  Lingkungan

Atasi Krisis Sumber Air Baku, Walikota Padang Minta DAS Dijaga

Atasi Krisis Sumber Air Baku, Walikota Padang Minta DAS Dijaga
Walikota Padang H. Mahyeldi memukul gol membuka Seminar Internasional Konservasi Sumber Daya Air di Padang. (Foto: Humas Padang)
Selasa, 29 Desember 2015 07:29 WIB
Penulis: Marjeni Rokcalva

PADANG - Krisis air di Kota Padang masih mengkhawatirkan. Kendati di Kota Padang terdapat 6 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbilang menyediakan sumber daya air berlimpah. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang menyebutkan, dalam kenyataannya pada musim penghujan sumber air baku tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara efektif sedangkan pada masa kemarau PDAM juga mengalami ketersendatan pelayanan.

Menurut Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr. Firdaus Ali, tandanya wilayah ini juga mengalami krisis air. Krisis air tersebut bukan karena semata karena kurangnya sumber daya air melainkan karena masih rendahnya perhatian terhadap pengelolaannya.

"Kita perlu pengelolaan sumber daya air yang baik dan berkesnambungan dari hulu hingga hilir sehingga sumber baku air tersedia berlimpah dan tidak menimbulkan bencana ketika musim penghujan, sebaliknya tidak kekeringan di masa kemarau," kata Firdaus Ali saat didapuk selaku keynote speaker dalam Seminar Internasional Konservasi Sumber Daya Air Dalam Rangka Ketersediaan dan Keberlangsungan Sumber Air Baku Bagi PDAM yang berlangsung di Hotel Grand Inna Muara, Padang, Senin (28/12/2015).

Firdaus Ali mengapresiasi PDAM dan Pemerintah Kota Padang yang menyelenggarakan seminar ini. Menurutnya, baru pertama di Indonesia Pemko dan PDAM bersinergi dalam memberikan perhatian terhadap konservasi sumber daya air dengan menggelar seminar dan melaksanakan kajian-kajian bersama Forum DAS. "Perhatian PDAM dan Pemko ini patut diapresiasi, karena kita perlu segera menormalisasi sumber daya air dan DAS dengan memelihara daerah resapan dan hutan-hutan sekitarnya agar air bisa bertahan lebih maksimal dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat," ujarnya.

Walikota Padang H. Mahyeldi Dt. Marajo yang membuka seminar secara resmi dengan pemukulan gong menyebutkan, untuk memelihara wilayah sekitar DAS merupakan tanggungjawab seluruh masyarakat. Sedangkan pemerintah mengupayakan pelaksanaan normalisasi melalui anggaran nasional, sebab membutuhkan anggaran yang sangat besar. "Anggaran daerah tidak akan cukup untuk melaksanakan normalisasi termasuk membangun cekdam dan embung-embung penampung air," sebutnya.

Mahyeldi menambahkan, untuk pengelolaan sumber daya air agar tersedianya sumber air baku bagi PDAM di Kota Padang dibutuhkan pemeliharaan hutan di hulu DAS, pembangunan 20 embung serta normalisasi sungai dengan pola utara ke selatan, sebab karakter sungai di Kota Padang semuanya dari timur ke barat yang langsung ke laut.

"Melalui seminar ini kita berharap akan didapatkan masukan-masukan terkait pengelolaan sumber daya air dan ketersediaan sumber air baku bagi PDAM sehingga tidak terjadi krisis air di Kota Padang," kata Mahyeldi.

Direktur PDAM Padang Muswendri Evytes juga mengungkapkan, seminar ini digelar sebagai bentuk kepeduliaan PDAM terhadap ketersediaan sumber daya air sekaligus guna meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang. "Jika sekarang kita baru sebatas menyediakan air bersih, ke depan kita ingin PDAM bisa menyediakan air yang bisa langsung diminum," katanya.

Seminar internasional ini, selain menghadirkan Keynote Speaker Firdaus Ali, juga menghadirkan pembicara dari DPP Perpamsi dan Forum DAS, serta akademisi. (***)

Kategori:Lingkungan, Padang
wwwwww