Loading...
Home >  Berita >  Peristiwa
NUSANTARA

Tragis... Profesor Tewas Bunuh Diri di Kampus, Lompat dari Gedung, Kepalanya Remuk

Tragis... Profesor Tewas Bunuh Diri di Kampus, Lompat dari Gedung, Kepalanya Remuk
ilustrasi
Jum'at, 25 September 2015 08:20 WIB
Penulis: .
SURABAYA, GOSUMBAR.COM - Universitas Airlangga (Unair) harus berduka setelah salah satu profesornya ditemukan tewas bunuh diri. Prof Dr drh Ngakan Ketut Laba Mahaputra, 62 tahun, ditemukan dengan kepala remuk di kawasan Fakultas MIPA, kampus ITS Surabaya, Kamis (24/9) sore.

"Keterangan yang kami dapat, korban bunuh diri melompat dari atas gedung. Dia dinyatakan meninggal dengan pendarahan berat di kepala bagian belakang," ucap Kanit Reskrim Polsek Sukolilo AKP M. Akhyar, Kamis (24/9).

Menurut Akhyar, saksi yang pertama kali menemukan korban adalah pekerja di bangunan daerah sekitar Fakultas MIPA  tersebut, bernama Romli, 29 tahun.

"Saksi menemukan jenazah korban sekitar pukul 17.35 WIB. Kalau kejadian pastinya, bagaimana kejadiannya? lompat dari mana?, tak ada saksi mata," ungkap AKP Akhyar.

Ketut Laba sendiri dikenal sebagai profesor yang berasal dari Kedokteran Hewan Unair Surabaya. Dia memang kerap berolahraga di sekitar kampus ITS karena rumahnya di kawasan Perumahan Galaxy, Sukolilo, Surabaya.  Diduga Ini Sebabnya

Pihak kepolisian sektor Sukolilo, Surabaya, terus menyelidiki penyebab kematian profesor dari Unair, Ngakan Ketut Laba Mahaputra, yang ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri di ITS, Kamis (24/9). Polisi masih meminta keterangan dari keluarga.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Noerijanto, mengakui sudah meminta keterangan sementara dari keluarga. Versi keluarga, penyebab perbuatan nekat korban bunuh diri, diduga karena frustrasi lantaran penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. 

Sebelum bunuh diri, lanjut Noerijanto, Ngakan sebelum kejadian ternyata sempat mengajak menantunya, Ahmad Riza Fahruki, jalan-jalan. Pada pukul 17.30 WIB, menantunya itu kemudian diminta pulang dulu sembari menyebut akan kabari via short message service (SMS).

SMS itu berlanjut dengan bunyi "Nanti kalau aku sudah meninggal tolong tutupi dengan terpal," lanjut Kapolsek setelah melihat HP dari keterangan keluarga korban. pihak kepolisian mendapatkan informasi jika Ngakan memang memiliki penyakit syaraf dan saat ini masih dalam proses penyembuhan.

"Katanya sudah diperiksakan ke mana pun tapi tidak sembuh. Karena itu, bunuh dirinya diduga karena profesor ini frustasi nggak sembuh-sembuh," terangnya kepada para wartawan. ***

Sumber : jpnn.com
Kategori : Peristiwa

Loading...
www www