Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
6 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
20 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
23 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
21 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
3 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
6
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
2 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Dikepung Kabut Asap, Udara Solok Selatan Masuki Level Tidak Sehat

Dikepung Kabut Asap, Udara Solok Selatan Masuki Level Tidak Sehat
Kabut asap melanda Solok Selatan. (antara)
Minggu, 27 September 2015 18:10 WIB
Penulis: .
PADANG ARO, GOSUMBAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyatakan bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah itu pada Sabtu (26/9) mencapai 297 UG/meter kubik (M3) atau dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap yang melingkupi daerah itu.

"Informasi dari BMKG Koto Tabang, ISPU Solok Selatan pada Sabtu mencapai 297 UG/M3 atau dalam kategori tidak sehat. Sementara untuk kondisi Minggu, kami belum dapat informasi namun perkiraan saya tidak jauh beda dari kondisi kemarin," kata Kepala Dinkes Solok Selatan Novirman saat dihubungi di Padang Aro, Minggu.

Ia menyebutkan, dalam upaya pencegahan dampak kabut asap akibat pembakaran lahan dan hutan di Sumatera itu terhadap kesehatan, Dinkes telah memberikan imbaukan kepada masyarakat melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), radio, dan media massa agar menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kami juga sudah menyalurkan masker ke Puskesmas. Kami beri kewenangan puskesmas untuk menyalurkan sendiri ke masyarakat," katanya.

Saat ini, katanya menambahkan, Dinkes masih memiliki persediaan masker sebanyak 40.000 lembar.
Ia menyebutkan, jika kondisi kabut asap masih tetap sama hingga Senin (28/9), pihaknya kembali akan membagikan masker kepada masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Editorial, menyebutkan, pada Minggu kabut asap masih melingkupi daerah itu kendati sudah sempat hujan sejak pagi.

"Kabut asap sepertinya terbawa hujan ke bawah sehingga sampai Minggu siang ini masih terlihat. Jika dilihat, kepekatannya dalam kondisi sedang," katanya.

Ia menyebutkan, aktivitas masyarakat Solok Selatan belum terganggu oleh kabut asap tersebut meskipun jarak pandang sudah mulai kurang, yakni sekitar 500-800 meter.

Ia mengatakan, jika dalam 2-3 hari ke depan kepekatan kabut asap tersebut belum berkurang, pihaknya akan mengeluarkan kondisi darurat kabut asap.

"Surat sudah siap, tapi belum kami sahkan karena kepekatan kabut asap ini masih berubah-ubah setiap hari," katanya.***

Sumber : antara
Kategori : Solok Selatan, Umum

Loading...
www www