Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
13 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
3
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Hukum
19 jam yang lalu
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
4
Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Dunia, Nelayan Indonesia Harus jadi Profesi yang Menjanjikan
Politik
19 jam yang lalu
Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Dunia, Nelayan Indonesia Harus jadi Profesi yang Menjanjikan
5
Aneksasi Tepi Barat Palestina, PKS: Ini Kejahatan Perang yang Nyata
Internasional
19 jam yang lalu
Aneksasi Tepi Barat Palestina, PKS: Ini Kejahatan Perang yang Nyata
6
Tokoh Muda Kampar Ini Sukses Berkarier di Kejari Tanjung Jabung Jambi
Peristiwa
19 jam yang lalu
Tokoh Muda Kampar Ini Sukses Berkarier di Kejari Tanjung Jabung Jambi
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

DPRD Padang Minta Pemko Bentuk Tim Penanggulangan ISPA

DPRD Padang Minta Pemko Bentuk Tim Penanggulangan ISPA
ilustrasi
Rabu, 07 Oktober 2015 21:01 WIB
Penulis: Agip M Noerman
PADANG, GOSUMBAR.COM - DPRD Padang meminta Pemko membentuk tim khusus penanggulangan Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengingat kualitas udara yang sangat membahayakan warga kota akibat bencana kabut asap. Dibentuknya tim penanggulangan ISPA diharapkan agar angka warga penderita ISPA tidak bertambah.

Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menyebut keberadaan tim khusus penanggulangan ISPA sudah mendesak. Sebuah hal yang ironis, Pemko Padang masih bersikap mengimbau masyarakat menggunakan masker padahal kualitas udara sudah tidak sehat bagi masyarakat.

"Saat ini Pemko tidak lagi dalam taraf mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah tapi harus melakukan action. Nah, tim khusus penanggulangan ISPA adalah langkah konkrit Pemko dalam mengurangi resiko kematian bagi bagi warga Kota Padang," kata Wahyu saat dihubungi, Rabu (7/10).

Belajar dari Provinsi Riau dan Jambi, ungkap Wahyu, ada warga mereka yang meninggal akibat ISPA karena lamban dalam menanggulangi bahaya kabut asap. "Jangan sampai ada warga Kota Padang meninggal disebabkan ISPA, kemudian Pemko baru bertindak," tegas politisi Partai Golkar ini.

Dua pekan terakhir, memang kualitas udara dikategorikan cukup buruk. Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Padang, sedikitnya 7800 warga menderita Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Wahyu menganjurkan setiap Puskesmas dan Rumah Sakit menyiapkan tenaga medis dan peralatan bagi warga yang terkena ISPA.

Mengantisipasi suapaya tidak bertambahnya jumlah penderita ISPA di Kota Padang, anggota fraksi PPP Maidestal Hari Mahesa menyarankan Dinas Pendidikan Kota Padang meliburkan sekolah. Menurutnya, anak dibawah usia 12 tahun rentan terkena penyakit ISPA. Diminta kepada dinas terkait agar meliburkan sekolah siswa TK/PAUD maupun SD.

"Imbauan Pemko agar masyarakat menggunakan masker kita apresiasi. Yang lebih penting bagaimana kebijakan Pemko melindungi warganya dari bahaya kabut asap," terang Maidestal.

Langkah konkrit Pemko Padang dalam mengatasi meningkatnya penderita ISPA memang belum tampak. Sejauh ini baru sekadar imbauan melalui Dinas Kesehatan. Imbauan menggunakan masker juga disampaikan langsung Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah pada beberapa kesempatan. (agib)

Kategori : Padang, Pemerintahan

Loading...
www www